Kelola APBN di Tengah Gejolak Global, Sri Mulyani Tingkatkan Kewaspadaan

Jum'at, 04 Oktober 2019 - 21:32 WIB
Kelola APBN di Tengah...
Kelola APBN di Tengah Gejolak Global, Sri Mulyani Tingkatkan Kewaspadaan
A A A
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menekankan, pemerintah masih terus mewaspadai potensi perlambatan ekonomi global yang juga berpengaruh pada kondisi di Indonesia, meski indikasinya belum dipaparkan secara rinci. Lantaran itu Ia mengatakan, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bakal dikelola secara hati-hati.

"Oleh karena itu perlu terus tingkatkan kewaspadaan, baik dari sisi APBN, penerimaannya, TKD, pembiayaan, kita bicara pengelolaan kekayaan negara, kita anggap tiap tahun harus ada kemajuan. Dan kemajuan itu bisa diukur sehingga bisa akuntabel terhadap apa yang ingin kita capai," jelas Menkeu Sri Mulyani saat perayaan Hari Oeng yang ke-73 di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Sikap waspada dilakukan lantaran resesi ekonomi sudah terjadi di beberapa negara di dunia. Menurutnya pemerintah mengantisipasi berbagai tekanan ekonomi global melalui sejumlah kebijakan, dimana salah satunya kebijakan fiskal melalui pengelolaan APBN.

Sambung Menkeu menambahkan, karena itu setiap tahunnya dalam hal pengelolaan APBN harus ada kemajuan. Baik dari sisi pengelolaan penerimaan negara, belanja, transfer ke daerah, pengelolaan kekayaan negara, hingga pembiayaan.

"Kita arus selalu bisa diukur sehingga kinerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selalu kredibel dan akuntabel selaku pengelola uang negara. Kita akan terus tingkatkan diri karena tanggung jawab besar dan tantangan tidak mudah,” jelasnya.

Kondisi saat ini yang penuh ketidakpastian membuat pengelolaan APBN perlu dilakukan secara hati-hati agar pemerintah bisa mempertahankan target defisit anggaran yang rendah. Selain itu Sri Mulyani minta agar penerapan APBN bisa menyentuh langsung masyarakat.

"Kita (Kemenkeu) mencoba agar keseluruhan uang negara bisa sampai ke semua daerah bahkan hingga tingkat individu, di antaranya melalui Bidikmisi, PKH, Kartu Indonesia Pintar. Jadi semua individu mendapatkan dari APBN secara langsung," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Ekonom: Defisit APBN...
Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Awas, Pelebaran Defisit...
Awas, Pelebaran Defisit Anggaran Akan Sedot Uang Publik dan Utang Membengkak
Defisit APBN Mei Sentuh...
Defisit APBN Mei Sentuh Rp21 Triliun, Belanja Negara Tembus Rp1.016,3 Triliun
Defisit APBN Rp240,1...
Defisit APBN Rp240,1 Triliun Dinilai Sebagai Alarm Kebijakan, Haruskah Panik?
Berita Terkini
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
6 menit yang lalu
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
31 menit yang lalu
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
1 jam yang lalu
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
2 jam yang lalu
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
2 jam yang lalu
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
11 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved