BUMI bantah anak usahanya akan diakuisisi Sampoerna
Selasa, 09 Oktober 2012 - 19:18 WIB
BUMI bantah anak usahanya akan diakuisisi Sampoerna
A
A
A
Sindonews.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membantah rumor yang menyebutkan Grup Sampoerna melakukan kajian untuk membeli sebanyak 50 persen saham anak usahanya, PT Fajar Bumi Sakti.
Menurut Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava, hal tersebut tidak benar. Hal tersebut hanya spekulasi seperti biasa. "Bila aksi korporasi itu benar-benar dilakukan, maka pihaknya akan dengan senang hati akan mengumumkannya kepada publik," jelas Dileep, Selasa (9/10/2012).
Dileep menambahkan, bahwa posisi perseroan, bila memang benar ada mortilisasi asset, maka akan mengumumkannya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai upaya Sampoerna Group yang dikabarkan akan membeli 50 persen saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS), merupakan hal yang wajar. Akuisisi boleh dilakukan kendati induk perusahaannya, PT Bumi Resouce Tbk (BUMI) tengah karut marut, asalkan keterbukaan informasi yang berkaitan tetap terjaga.
"Ada beberapa juga yang nanyain mengenai pengalihan-pengalihan itu. Rumor itu bisanya kita follow up (tindak lanjuti)," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Menurut Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava, hal tersebut tidak benar. Hal tersebut hanya spekulasi seperti biasa. "Bila aksi korporasi itu benar-benar dilakukan, maka pihaknya akan dengan senang hati akan mengumumkannya kepada publik," jelas Dileep, Selasa (9/10/2012).
Dileep menambahkan, bahwa posisi perseroan, bila memang benar ada mortilisasi asset, maka akan mengumumkannya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai upaya Sampoerna Group yang dikabarkan akan membeli 50 persen saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS), merupakan hal yang wajar. Akuisisi boleh dilakukan kendati induk perusahaannya, PT Bumi Resouce Tbk (BUMI) tengah karut marut, asalkan keterbukaan informasi yang berkaitan tetap terjaga.
"Ada beberapa juga yang nanyain mengenai pengalihan-pengalihan itu. Rumor itu bisanya kita follow up (tindak lanjuti)," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
(gpr)
Lihat Juga :