30 perusahaan siap investasi smelter Rp150 T
Selasa, 21 Januari 2014 - 16:28 WIB
30 perusahaan siap investasi smelter Rp150 T
A
A
A
Sindonews.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat 30 perusahaan berniat untuk melakukan investasi dengan membangun smelter pengolahan mineral pasca penetapan UU Minerba Nomer 4 Tahun 2009 yang mulai berlaku tanggal 12 Januari lalu.
Kepala BKPM Mahendra Siregar menyebut total investasi 30 smelter yang akan beroperasi pada tahun 2017 tersebut mencapai Rp150 triliun.
"Tiga akan beroperasi pada tahun ini, sedangkan sisanya akan beroperasi dari rentang 2016 sampai dengan 2017," terang Mahendra di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2014).
Selain itu, Mahendra juga mencatat sudah ada 50 perusahaan yang meminta perizinan kepada BKPM untuk investasi di bidang biodiesel berbahan baku Crude Palm Oil (CPO) atau kelapa sawit senilai total Rp40 triliun.
Dia mengungkapkan, pembangkit listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah dapat menggunakan bahan bakar nabati sebesar 100 persen untuk menggerakan pembangkitnya.
"Ini merupakan bentuk antusiasme untuk meningkatkan pemrosesan BBN yang dapat memperkuat daya tahan energi dan membuat ketergantungan impor BBM berkurang," tandas Mahendra.
Kepala BKPM Mahendra Siregar menyebut total investasi 30 smelter yang akan beroperasi pada tahun 2017 tersebut mencapai Rp150 triliun.
"Tiga akan beroperasi pada tahun ini, sedangkan sisanya akan beroperasi dari rentang 2016 sampai dengan 2017," terang Mahendra di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2014).
Selain itu, Mahendra juga mencatat sudah ada 50 perusahaan yang meminta perizinan kepada BKPM untuk investasi di bidang biodiesel berbahan baku Crude Palm Oil (CPO) atau kelapa sawit senilai total Rp40 triliun.
Dia mengungkapkan, pembangkit listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah dapat menggunakan bahan bakar nabati sebesar 100 persen untuk menggerakan pembangkitnya.
"Ini merupakan bentuk antusiasme untuk meningkatkan pemrosesan BBN yang dapat memperkuat daya tahan energi dan membuat ketergantungan impor BBM berkurang," tandas Mahendra.
(gpr)
Lihat Juga :