Lewat Program Pemberdayaan, PT Vale Gencarkan Literasi Tanaman Herbal
Selasa, 05 Juli 2022 - 19:49 WIB
Rosmini memaparkan, karena keberadaan Panti Sehat tergolong baru dan satu-satunya di Sulawesi Selatan, maka penting agar masyarakat punya pengetahuan dasar pengobatan herbal.
Dia berharap pelatihan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para peserta untuk diterapkan ke masyarakat luas, sehingga pengobatan budaya herbal untuk sehat dan mandiri itu benar-benar termanfaatkan.
"Kami bersyukur, dengan program dari PT Vale ini masyarakat bisa terbantu, petugas kesehatan juga terbantu. Dan ini langka, satu-satunya di Sulawesi Selatan sehingga harus kita dukung bersama, saya yakin banyak orang tertarik," papar Rosmini.
Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale, Ardian Indra Putra, menuturkan inisiatif UKBM berbasis herbal dan penyehat tradisional ini diharapkan menjadi pilihan masyarakat yang sejalan dengan upaya Asuhan Mandiri (ASMAN) dari Pemerintah.
“Kita membayangkan kedepannya, adanya kemandirian masyarakat pasca tambang di bidang Kesehatan. Melalui kekayaan alam tersedia di sekitar termasuk herbal , masyarakat tidak hanya bisa memanfaatkan tanaman obat dan meminimalisasi penggunaan obat kimia, tetapi juga diharapkan meminimalkan biaya layanan Kesehatan yang sejauh ini dirasakan cukup tinggi, serta di sisi lain mampu melihat peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan mendukung stabilitas ekonomi Luwu Timur pascatambang,” tuturnya.
Dia berharap pelatihan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para peserta untuk diterapkan ke masyarakat luas, sehingga pengobatan budaya herbal untuk sehat dan mandiri itu benar-benar termanfaatkan.
"Kami bersyukur, dengan program dari PT Vale ini masyarakat bisa terbantu, petugas kesehatan juga terbantu. Dan ini langka, satu-satunya di Sulawesi Selatan sehingga harus kita dukung bersama, saya yakin banyak orang tertarik," papar Rosmini.
Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale, Ardian Indra Putra, menuturkan inisiatif UKBM berbasis herbal dan penyehat tradisional ini diharapkan menjadi pilihan masyarakat yang sejalan dengan upaya Asuhan Mandiri (ASMAN) dari Pemerintah.
“Kita membayangkan kedepannya, adanya kemandirian masyarakat pasca tambang di bidang Kesehatan. Melalui kekayaan alam tersedia di sekitar termasuk herbal , masyarakat tidak hanya bisa memanfaatkan tanaman obat dan meminimalisasi penggunaan obat kimia, tetapi juga diharapkan meminimalkan biaya layanan Kesehatan yang sejauh ini dirasakan cukup tinggi, serta di sisi lain mampu melihat peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan mendukung stabilitas ekonomi Luwu Timur pascatambang,” tuturnya.
Lihat Juga :