Makin Banyak Orang Investasi Emas, Kinerja Antam Cemerlang

Selasa, 24 Januari 2023 - 10:37 WIB
loading...
Makin Banyak Orang Investasi Emas, Kinerja Antam Cemerlang
Permintaan emas pada awal tahun 2023 cukup positif hal ini buktikan dengan total penjualan Antam dari awal tahun sampai tanggal 20 Januari 2023 masih on track target. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Emiten BUMN tambang emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyebutkan permintaan emas pada awal tahun 2023 cukup positif hal ini buktikan dengan total penjualan Antam dari awal tahun sampai tanggal 20 Januari 2023 masih on track target meskipun harga sudah mulai masuk di atas Rp 1 juta.

Baca Juga: Berminat Investasi Emas? Tak Usah Tunggu Momentum!

Sekretaris Perusahaan Antam, Syarief Faisal Alkadrie mengatakan, permintaan emas meningkatkan karena adanya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi emas.

"Masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya investasi emas , terlebih di saat kondisi ketidakpastian perekonomian global saat ini,” kata Faisal di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Adapun menurut Faisal, emas yang diprediksi masih akan menjadi salah satu pilihan utama konsumen untuk berinvestasi ditengah-tengah ketidakpastian global. Bukan cuma itu, harga emas akan cenderung bullish seiring demand yang tinggi.

Secara rinci, Faisal menyebut potensi resesi global pada tahun 2023 cenderung membuat emas lebih menarik sebagai instrumen investasi, mengingat emas merupakan salah satu Safe-haven Asset.

"Sifat emas yang merupakan instrumen investasi yang memiliki sifat lindung nilai menjadi pilihan bagi masyarakat baik untuk investasi jangka panjang, maupun jangka menengah," jelas Faisal.

Baca Juga: Mau Investasi Emas dengan Gaji Ngepas? Belilah Perhiasan di Pasar Tradisional

Senior Analis DCFX Lukman Leong mengatakan, harga emas sangat positif dan masih akan bersinar ke depannya.

"Emas masih sangat positif dan akan sangat bersinar sebagai status safe haven di tengah kemerosotan ekonomi dan ketidakpastian geopolitikal global," jelas Lukman.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3510 seconds (11.252#12.26)