Swasembada Gula Belum Tercapai, Ini Tanggapan Kepala Bapanas

Sabtu, 06 Mei 2023 - 15:54 WIB
loading...
Swasembada Gula Belum...
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) berupaya mendorong terwujudnya swasembada gula dengan menciptakan inovasi varietas tebu unggul. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng sejumlah sektor agar kebutuhan gula nasional bisa terpenuhi.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, saat ini kebutuhan gula di Indonesia mencapai 3,2-3,4 juta ton per tahun, sedangkan produksi dalam negeri hanya berkisar 2,6 juta ton per tahun. Angka itu berdasarkan data pada bulan Oktober 2022 hingga Januari 2023, dilihat dari neraca komoditas.

"Sehingga memerlukan 991.000 ton. Tetapi, angka ini setiap tiga bulan, neraca komoditas ini akan direview, bersama Kemenko dan kementerian/lembaga," ujarnya saat ditemui di Pabrik Gula (PG) Krebet Bululawang, Kabupaten Malang, Sabtu (6/5/2023).

Berkaca pada kebutuhan tersebut, Arief bilang, gula menjadi salah satu komoditas strategis yang kebutuhannya terus dianalisis tiap periodenya atau tiga bulan sekali. "Jadi setelah ini kita akan review, giling ini, berapa, semester dua berapa," tukasnya,

Guna memenuhi kebutuhan gula nasional, Arief mengakui Indonesia saat ini masih tergantung dengan pasokan gula impor. Namun, ke depan varietas tebu dalam negeri diharapkan mampu terus ditingkatkan sehingga swasembada gula bisa tercapai.

"Jadi mungkin ini lintas sektoral, kita tidak bisa swasembada langsung ya, harus disiapkan lahannya, bibitnya, kemudian bagaimana tahun depan, tadi kita bicara soal varietas unggul, bongkar ratoon (peremajaan). Jadi semua tentunya harus berkolaborasi," tandasnya.

Meski demikian, dirinya memastikan impor gula tak akan mempengaruhi harga beli bagi petani tebu. Faktor penting lainnya yakni penyiapan lahan tebu sebesar 700.000 hektar yang telah dibicarakan dengan Kementerian BUMN dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Untuk swasembada sendiri sebenarnya pemerintah harusnya mulai menyiapkan sampai dengan 700.000 hektar hitungannya dan kemarin sudah diinisiasi oleh menteri BUMN. Tentunya dengan presiden untuk menyiapkan bagaimana supaya kita bisa menyiapkan onfarm sampai off farm," urainya.

"Jadi tidak bisa sepotong-sepotong, harus holistik mulai dari produksinya disiapkan sampai dengan off farm pabriknya," pungkas Arif.

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Habis Libur Lebaran,...
Habis Libur Lebaran, Harga Emas Malas Bergerak di Akhir Minggu
Sebut Batas Umur Jadi...
Sebut Batas Umur Jadi Penghambat Pencari Kerja, Wamenaker Minta Dihapus!
Menilik Alasan di Balik...
Menilik Alasan di Balik Trump Terapkan Tarif Impor 32% ke Indonesia
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
Daftar 75 Negara yang...
Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Puluhan Negara Lainnya
Janji Manis Wamenaker,...
Janji Manis Wamenaker, Bakal Rekrut Kembali Korban PHK Sritex
Dasco Beri Bocoran Ada...
Dasco Beri Bocoran Ada Investor Asal Qatar Masuk Danantara
Menuju Industri Baja...
Menuju Industri Baja yang Hijau dan Kompetitif, GRP Tegaskan Komitmen Transformasi
Rekomendasi
38 Gol Tandang Liverpool...
38 Gol Tandang Liverpool Hantui Fulham: Mohamed Salah Jadi Ancaman?
Puncak Arus Balik, One...
Puncak Arus Balik, One Way Nasional Mulai dari GT Kalikangkung Diberlakukan
16.274 Penumpang Kereta...
16.274 Penumpang Kereta Api Arus Balik Lebaran Tiba di Stasiun Gambir
Berita Terkini
Habis Libur Lebaran,...
Habis Libur Lebaran, Harga Emas Malas Bergerak di Akhir Minggu
1 jam yang lalu
Arus Balik, Pertamina...
Arus Balik, Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Energi di Maluku
2 jam yang lalu
Jangan Harap Trump Cabut...
Jangan Harap Trump Cabut Kebijakan Tarif Impor, Perang Dagang Global Bakal Panjang
3 jam yang lalu
Bank Raksasa Jerman...
Bank Raksasa Jerman Memperingatkan Kejatuhan Dolar AS, Ini Dasarnya
5 jam yang lalu
Menkeu AS Peringatkan...
Menkeu AS Peringatkan Jangan Ada Aksi Balasan Tarif Trump: Duduk Diam dan Terima Saja
9 jam yang lalu
PLN IP Kerahkan Ribuan...
PLN IP Kerahkan Ribuan Petugas Penuhi Kebutuhan Listrik Lebaran
15 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved