Gawat, Banyak Karyawan AJB Bumiputera Diteror Nasabahnya
Rabu, 22 Juli 2020 - 22:33 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kemelut yang terjadi di AJB Bumiputera semakin mencemaskan para agen dan karyawan perusahaan asuransi tertua di Indonesia tersebut. Para agen dan karyawan terus mendapatkan teror dari para pemegang polis yang menuntut haknya. Berbagai ancaman dari tuduhan, hingga didatangi ke rumah harus dihadapi oleh mereka.
Salah satu agen AJB Bumiputera, Luida Gurning di Sumatera Utara, mengkhawatirkan perlakuan pemegang polis yang mendatangi rumahnya. Sementara dirinya mengaku tidak mengetahui bagaimana kejelasan solusi dari AJB Bumiputera ataupun OJK.
"Para agen harus menghadapi kemarahan pemegang polis. Mereka datang ke rumah. Saya khawatir ini bisa berbahaya," ujar Luida dalam diskusi virtual hari ini di Jakarta.
Dia mengaku paham para nasabah tersebut mendatangi agen karena tidak mendapatkan solusi dari kantor cabang AJB Bumiputera. Nasabah yang marah tentu melampiaskan ke agen yang dianggap sebagai bagian dari AJB Bumiputera. ( Baca juga:LinkedIn Pangkas 960 Karyawan, Dampak Pandemi Corona )
"Saya sudah katakan agar nasabah menghubungi kantor AJB Bumiputera. Saya juga tidak mengetahui apa rencana manajemen untuk penyelesaian," ujarnya.
Salah satu agen AJB Bumiputera, Luida Gurning di Sumatera Utara, mengkhawatirkan perlakuan pemegang polis yang mendatangi rumahnya. Sementara dirinya mengaku tidak mengetahui bagaimana kejelasan solusi dari AJB Bumiputera ataupun OJK.
"Para agen harus menghadapi kemarahan pemegang polis. Mereka datang ke rumah. Saya khawatir ini bisa berbahaya," ujar Luida dalam diskusi virtual hari ini di Jakarta.
Dia mengaku paham para nasabah tersebut mendatangi agen karena tidak mendapatkan solusi dari kantor cabang AJB Bumiputera. Nasabah yang marah tentu melampiaskan ke agen yang dianggap sebagai bagian dari AJB Bumiputera. ( Baca juga:LinkedIn Pangkas 960 Karyawan, Dampak Pandemi Corona )
"Saya sudah katakan agar nasabah menghubungi kantor AJB Bumiputera. Saya juga tidak mengetahui apa rencana manajemen untuk penyelesaian," ujarnya.
Lihat Juga :