Laba Bersih PT Vale Triwulan Pertama Tahun 2020 Meningkat Signifikan
Rabu, 29 April 2020 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
“Grup telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak potensial dari penyebaran COVID-19 terhadap operasi kami. Sementara kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, grup berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan produksi dan proyek sejauh mungkin. Beberapa keputusan dan tindakan penting telah diambil untuk meminimalkan risiko infeksi di tempat kerja,” terangnya.
Dijelaskan, Nico Kanter, grup juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk “meratakan kurva” pandemi di daerah sekitarnya.
Harga realisasi rata-rata pada triwulan I sebesar AS$10.428 per ton, sekitar 20% lebih rendah dibandingkan harga realisasi rata-rata pada triwulan IV 2019 sebesar AS$12.991 per ton.
PT Vale mencatat penjualan sebesar AS$174,6 juta pada triwulan I tahun 2020, 37% lebih rendah dibandingkan penjualan yang dicatat pada triwulan IV 2019 sebesar AS$275,5 juta.
Sementara, beban pokok pendapatan grup pada triwulan 1 2020 menurun sebesar 14% menjadi AS$154,2 juta dari sebelumnya AS$180,1 juta pada triwulan IV 2019.
Dia menuturkan, penggunaan HSFO per ton nikel yang diproduksi menurun sebesar 10% dibandingkan triwulan sebelumnya dan menurun sebesar 11% dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, konsumsi diesel dan batubara pada triwulan I 2020 meningkat masing-masing sebesar 9% dan 2% dibandingkan triwulan sebelumnya.
Konsumsi diesel yang lebih tinggi terutama disebabkan oleh jarak angkut tambang yang lebih jauh. Produksi pada triwulan I 2020 lebih tinggi sekitar 35% dibandingkan produksi pada triwulan I 2019.
Dijelaskan, Nico Kanter, grup juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk “meratakan kurva” pandemi di daerah sekitarnya.
Harga realisasi rata-rata pada triwulan I sebesar AS$10.428 per ton, sekitar 20% lebih rendah dibandingkan harga realisasi rata-rata pada triwulan IV 2019 sebesar AS$12.991 per ton.
PT Vale mencatat penjualan sebesar AS$174,6 juta pada triwulan I tahun 2020, 37% lebih rendah dibandingkan penjualan yang dicatat pada triwulan IV 2019 sebesar AS$275,5 juta.
Sementara, beban pokok pendapatan grup pada triwulan 1 2020 menurun sebesar 14% menjadi AS$154,2 juta dari sebelumnya AS$180,1 juta pada triwulan IV 2019.
Dia menuturkan, penggunaan HSFO per ton nikel yang diproduksi menurun sebesar 10% dibandingkan triwulan sebelumnya dan menurun sebesar 11% dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, konsumsi diesel dan batubara pada triwulan I 2020 meningkat masing-masing sebesar 9% dan 2% dibandingkan triwulan sebelumnya.
Konsumsi diesel yang lebih tinggi terutama disebabkan oleh jarak angkut tambang yang lebih jauh. Produksi pada triwulan I 2020 lebih tinggi sekitar 35% dibandingkan produksi pada triwulan I 2019.
Lihat Juga :