Bos Inalum Buka-bukaan Soal Rencana Pra-IPO di 2024
Kamis, 24 Agustus 2023 - 18:54 WIB
loading...
Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Danny Praditya di hadapan DPR berbicara soal prapenawaran umum saham perdana atau pra-IPO. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium ( Inalum ), Danny Praditya mengungkapkan, pihaknya bakal melakukan prapenawaran umum saham perdana atau pra- IPO di tahun depan. Padahal, wacana IPO ini telah bergulir sejak tahun lalu.
"Awalnya direncanakan ada wacana untuk IPO untuk inalum tahun 2024 tapi melihat kondisi dan kesiapan direncanakan di 2024 baru akan pra-IPO," jelasnya ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: MIND ID Ambil Alih Saham Vale dari Inalum Senilai Rp12,7 Triliun
Diungkapkan Danny, salah satunya dengan melakukan unlock value bersama kemitraan strategis dengan sejumlah perusahaan aluminium kelas global. "Dan kita akan unlock value inalum dgn melakukan strategic alliance dengan estabilished global player industri alumunium," terangnya.
Baca Juga: Usai Talak Tiga, Inalum dan MIND ID Pilih Beda Jalan untuk Cari Modal
Ia bilang, pihaknya juga telah melakukan beberapa inisiatif terkait hal tersebut. Namun yang akan menjadi prioritas pihaknya yaitu mengembangkan ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) Ecosystem oleh PT Indonesia Battery Corporation (IBC) .
"Dan yang menjadi inisiatif strategis menopang kinerja keuangan inalum adalah melalui inorganic growth dengan project Calcined Petroleum Coke (CPC) serta penyertaan modal tambang garam untuk produksi caustic soda yang diperlukan oleh Smelter Grade Alumia Refinery (SGAR) di Kalimantan Barat," tutupnya.
"Awalnya direncanakan ada wacana untuk IPO untuk inalum tahun 2024 tapi melihat kondisi dan kesiapan direncanakan di 2024 baru akan pra-IPO," jelasnya ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: MIND ID Ambil Alih Saham Vale dari Inalum Senilai Rp12,7 Triliun
Diungkapkan Danny, salah satunya dengan melakukan unlock value bersama kemitraan strategis dengan sejumlah perusahaan aluminium kelas global. "Dan kita akan unlock value inalum dgn melakukan strategic alliance dengan estabilished global player industri alumunium," terangnya.
Baca Juga: Usai Talak Tiga, Inalum dan MIND ID Pilih Beda Jalan untuk Cari Modal
Ia bilang, pihaknya juga telah melakukan beberapa inisiatif terkait hal tersebut. Namun yang akan menjadi prioritas pihaknya yaitu mengembangkan ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) Ecosystem oleh PT Indonesia Battery Corporation (IBC) .
"Dan yang menjadi inisiatif strategis menopang kinerja keuangan inalum adalah melalui inorganic growth dengan project Calcined Petroleum Coke (CPC) serta penyertaan modal tambang garam untuk produksi caustic soda yang diperlukan oleh Smelter Grade Alumia Refinery (SGAR) di Kalimantan Barat," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :