Larangan Mudik untuk Cegah Sebaran Covid-19 Memukul Sektor Transportasi
Kamis, 30 April 2020 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kata Irfan, pihaknya kini juga tengah melakukan negosiasi leasing pesawat terbang yang menjadi beban keuangan. Salah satunya negosiasi pesawat Boeing 777 yang saat ini pembayarannya mencapai USD1,6 juta. "Kami sudah coba negosiasikan dari lama, bahwa ini sudah terlalu mahal. Hari ini kami punya kesempatan yang sangat bagus untuk negosiasi karena harga pasar hanya USD800.000 per bulan. Kami punya 10 unit, jadi basically bayar dua kali lipat dari harga market," paparnya.
Perseroan juga telah melakukan efisiensi dengan memotong gaji dan tunjangan direksi, komisaris, hingga pegawai. "Kami juga restructuring mencari rute jadwal yang lebih bagus, menghentikan rute-rute merugikan," tambah Irfan.
Beda dengan itu, maskapai Lion Air menyatakan masih tetap beroperasi normal dengan batas-batas protokol kesehatan yang ketat. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan, Lion Air menyatakan tetap beroperasi khusus untuk penerbangan domestik di tengah Covid-19.
Rencana operasional akan melayani rute-rute penerbangan dalam negeri, termasuk kota atau destinasi berstatus PSBB dan wilayah dengan transmisi lokal atau daerah terjangkit (zona merah). Bagi “pebisnis dan calon penumpang dengan tujuan pengecualian”, wajib memenuhi protokol penanganan Covid-19 melalui pengisian kelengkapan dokumen.
Salah satunya calon penumpang harus membawa surat keterangan sehat dari rumah sakit setempat, yang menerangkan bebas atau negatif Covid-19 dengan ketentuan maksimum tujuh hari setelah hasil uji keluar, telah melakukan rangkaian pemeriksaan melalui metode tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test), swab test atau polymerase chain reaction(PCR).
Setali tiga uang. Industri pelayaran nasional juga sedang berada dalam situasi terjepit. Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, krisis akibat Covid-19 membutuhkan langkah strategis dan pencegahan di sektor pelayaran.
Dampak pandemi Covid-19 dirasakan pada semua sektor pelayaran. Misalnya, pendapatan angkutan penumpang/roll on-roll off merosot 75-100%. Kondisi yang sama terjadi pada sektor kontainer yang turun 10-25%, curah kering, liquid tanker, tug and barges, yang juga mengalami penurunan pendapatan 25-50%.
Di bagian lain, merosotnya harga minyak dunia yang menyentuh USD17,5 per barel yang memukul industri minyak dan gas bumi juga berdampak buruk terhadap industri pelayaran yang menjadi penunjangnya. "Pelayaran berada di situasi yang sangat terjepit, dan karenanya sangat membutuhkan stimulus yang tepat dan cepat dari pemerintah dan seluruh stakeholder," ucapnya. (Ichsan Amin/Sindonews)
Perseroan juga telah melakukan efisiensi dengan memotong gaji dan tunjangan direksi, komisaris, hingga pegawai. "Kami juga restructuring mencari rute jadwal yang lebih bagus, menghentikan rute-rute merugikan," tambah Irfan.
Beda dengan itu, maskapai Lion Air menyatakan masih tetap beroperasi normal dengan batas-batas protokol kesehatan yang ketat. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan, Lion Air menyatakan tetap beroperasi khusus untuk penerbangan domestik di tengah Covid-19.
Rencana operasional akan melayani rute-rute penerbangan dalam negeri, termasuk kota atau destinasi berstatus PSBB dan wilayah dengan transmisi lokal atau daerah terjangkit (zona merah). Bagi “pebisnis dan calon penumpang dengan tujuan pengecualian”, wajib memenuhi protokol penanganan Covid-19 melalui pengisian kelengkapan dokumen.
Salah satunya calon penumpang harus membawa surat keterangan sehat dari rumah sakit setempat, yang menerangkan bebas atau negatif Covid-19 dengan ketentuan maksimum tujuh hari setelah hasil uji keluar, telah melakukan rangkaian pemeriksaan melalui metode tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test), swab test atau polymerase chain reaction(PCR).
Setali tiga uang. Industri pelayaran nasional juga sedang berada dalam situasi terjepit. Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, krisis akibat Covid-19 membutuhkan langkah strategis dan pencegahan di sektor pelayaran.
Dampak pandemi Covid-19 dirasakan pada semua sektor pelayaran. Misalnya, pendapatan angkutan penumpang/roll on-roll off merosot 75-100%. Kondisi yang sama terjadi pada sektor kontainer yang turun 10-25%, curah kering, liquid tanker, tug and barges, yang juga mengalami penurunan pendapatan 25-50%.
Di bagian lain, merosotnya harga minyak dunia yang menyentuh USD17,5 per barel yang memukul industri minyak dan gas bumi juga berdampak buruk terhadap industri pelayaran yang menjadi penunjangnya. "Pelayaran berada di situasi yang sangat terjepit, dan karenanya sangat membutuhkan stimulus yang tepat dan cepat dari pemerintah dan seluruh stakeholder," ucapnya. (Ichsan Amin/Sindonews)
(ysw)
Lihat Juga :