Dampak Nyata Resesi Bagi RI: Orang Nganggur & Orang Miskin Makin Ngeri
Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:20 WIB
loading...
Dampak nyata jika RI resesi meningkatnya angka kemiskinan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perekonomian Indonesia diprediksi akan terperosok ke jurang resesi pada kuartal-III 2020. Diketahui, pada kuartal-II 2020 menunjukkan pertumbuhan ekonomi sudah minus 5,32%. Sementara, negara dinyatakan resesi jika mengalami minus selama dua kuartal berturut-turut atau lebih.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menjelaskan dampak yang akan dialami Indonesia bila mengalami resesi. Di antaranya sejumlah fenomena sosial akan mewarnai dinamika kehidupan seperti pendapatan masyarakat berkurang, daya beli menurun, PHK massal , pengganguran dan kemiskinan makin banyak.
"Kondisinya justru yang sekarang ini adalah adanya penurunan pendapatan bagi semua kelompok masyarakat dan kelompok usaha. Jadi pendapatan turun, daya beli turun, otomatis ada PHK massal, dan penggangguran meningkat,” kata Bhima saat dihubungi, Rabu (12/8/2020).
Baca Juga: Tsunami PHK Telan Korban 2,1 Juta Orang, Ini Santunan dari Pemerintah
Saat ini, lanjut dia, kondisi pasar tak sama seperti gejolak ekonomi tahun 1998 silam. Di mana kala itu terjadi inflasi hingga 70%. Kini, yang terjadi di lapangan ialah deflasi, yang mana harga menurun untuk meningkatkan daya beli masyarakat. "Tahun 2020 justru terjadi deflasi dalam beberapa bulan. Deflasi itu penurunan harga, bukan malah naik. Ini mengindikasikan bahwa permintaan menurun, sehingga penjual tidak berani menaikan harga," kata dia.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menjelaskan dampak yang akan dialami Indonesia bila mengalami resesi. Di antaranya sejumlah fenomena sosial akan mewarnai dinamika kehidupan seperti pendapatan masyarakat berkurang, daya beli menurun, PHK massal , pengganguran dan kemiskinan makin banyak.
"Kondisinya justru yang sekarang ini adalah adanya penurunan pendapatan bagi semua kelompok masyarakat dan kelompok usaha. Jadi pendapatan turun, daya beli turun, otomatis ada PHK massal, dan penggangguran meningkat,” kata Bhima saat dihubungi, Rabu (12/8/2020).
Baca Juga: Tsunami PHK Telan Korban 2,1 Juta Orang, Ini Santunan dari Pemerintah
Saat ini, lanjut dia, kondisi pasar tak sama seperti gejolak ekonomi tahun 1998 silam. Di mana kala itu terjadi inflasi hingga 70%. Kini, yang terjadi di lapangan ialah deflasi, yang mana harga menurun untuk meningkatkan daya beli masyarakat. "Tahun 2020 justru terjadi deflasi dalam beberapa bulan. Deflasi itu penurunan harga, bukan malah naik. Ini mengindikasikan bahwa permintaan menurun, sehingga penjual tidak berani menaikan harga," kata dia.
Lihat Juga :