Perang Berkepanjangan di Gaza, Ekonomi Israel Batuk-batuk

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 14:26 WIB
loading...
Perang Berkepanjangan...
Ekonomi Israel makin terbebani akibat berlarut-larutnya perang di Gaza dan meningkatnya ketegangan dengan Iran. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Perang yang dilancarkan Israel di Gaza telah membebani ekonominegara zionis tersebut. Ekonomi Israel diprediksi akan semakin terpuruk dengan meningkatnya ketegangan dengan Iran yang dapat menimbulkan pengeluaran militer tambahan yang signifikan, yang selanjutnya makin membebani keuangan negara tersebut.

Pekan lalu, Fitch Ratings menurunkan skor kredit Israel dari A+ menjadi A. Fitch mengutip perang yang terus berlanjut di Gaza dan meningkatnya risiko geopolitik sebagai pendorong utama penurunan skor kredit negara zionis tersebut. Lembaga pemeringkat kredit tersebut juga mempertahankan prospek Israel sebagai "negatif", yang berarti penurunan peringkat lebih lanjut mungkin terjadi. Sebelumnya, di awal tahun ini, Moody's dan S&P juga telah memangkas peringkat kredit mereka untuk Israel.

Sejauh ini, perang Israel di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina itu juga telah menghancurkan ekonomi di daerah kantong yang terkepung itu. Namun, ada tanda-tanda pukulan balik juga di Israel, di mana konsumsi, perdagangan, dan investasi semuanya telah dibatasi.

Baca Juga: Iran-Israel di Ambang Perang, Siapa yang Paling Perkasa Ekonominya?

Bank Israel memperkirakan bahwa biaya terkait perang untuk tahun 2023-2025 dapat mencapai USD55,6 miliar atau sekitarRp872 triliun (kurs Rp15.700 per USD). Hasilnya adalah bahwa operasi tempur tersebut membebani ekonomi Israel. Pada hari Minggu, Biro Statistik Pusat Israel memperkirakan bahwaoutput tumbuh sebesar 2,5% (pada tingkat tahunan) pada paruh pertama tahun 2024, turun dari 4,5% pada periode yang sama tahun lalu.

Sebelum pecah perang, ekonomi Israel diperkirakan tumbuh sebesar 3,5% tahun lalu. Pada akhirnya, output meningkat hanya sebesar 2%. Penurunan yang lebih tajam dapat dihindari berkat sektor teknologi yang sangat penting di negara itu, yang sebagian besar tidak terpengaruh oleh pertempuran.

Bagian lain dari ekonomi juga telah mengalami pukulan yang signifikan. Pada kuartal terakhir tahun lalu dan beberapa minggu setelah perang dimulai, produk domestik bruto (PDB) Israel menyusut hingga 20,7% (dalam hitungan tahunan). Kemerosotan ini didorong oleh penurunan konsumsi swasta sebesar 27%, penurunan ekspor, dan pemotongan investasi oleh perusahaan.

Israel juga memberlakukan kontrol ketat terhadap pergerakan pekerja Palestina, dengan mengabaikan hingga 160.000 pekerja. Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja tersebut, Israel telah menjalankan program perekrutan di India dan Sri Lanka dengan hasil yang beragam. Namun, pasar tenaga kerja masih kekurangan pasokan, khususnya di sektor konstruksi dan pertanian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Rekomendasi
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Berita Terkini
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved