Profil Sulaiman Al Rajhi, Pemilik Bank Syariah Terbesar Dunia Asal Arab Saudi

Sabtu, 07 Desember 2024 - 17:00 WIB
loading...
Profil Sulaiman Al Rajhi,...
Syekh Sulaiman bin Abdulaziz Al Rajhi. FOTO/Dok.
A A A
JAKARTA - Sulaiman Al Rajhi atau yang memiliki nama lengkap Syekh Sulaiman bin Abdulaziz Al Rajhi adalah pemilik bank syariah terbesar di Arab Saudi dan dunia, bernama Bank Al Rajhi. Selain dikenal sebagai miliarder, ia juga merupakan seorang dermawan yang mengeluarkan banyak hartanya untuk amal.

Bank Al Rajhi adalah investor utama dalam bisnis Arab Saudi dan merupakan salah satu perusahaan saham gabungan terbesar di Kerajaan. Bank ini juga sempat jadi salah satu bank syariah terbesar di dunia pada tahun 2015 lalu.

Baca Juga: OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi Minyak, Cermati Permintaan Global

Kantor pusatnya berlokasi di Riyadh, dengan enam kantor regional. Bank Al Rajhi juga memiliki cabang di Kuwait dan Yordania, dan anak perusahaan di Malaysia dan Suriah.

Profil Sulaiman Al Rajhi


Sulaiman Al Rajhi lahir pada 30 November 1928, di Al Bukairiyah, provinsi Al Qassim, Arab Saudi. Awalnya, ia dan saudaranya sempat memulai bisnis mereka dengan memungut biaya bagi para peziarah yang membawa kafilah unta melintasi gurun menuju kota Mekkah dan Madinah.

Dikutip dari forbesmiddleeast.com sebelum sukses dan menjadi salah satu orang terkaya di Arab Saudi dan dunia, Al Rajhi mengalami jalan hidup berliku.

Al Rajhi kecil memang berasal dari kalangan keluarga miskin. Karena keadaan tersebut, ia sudah harus bekerja sebagai porter di Pasar Al Khadra Riyadh meski baru berusia 9 tahun.

Ketika menginjak usia 12 tahun, dirinya harus bekerja sebagai pengumpul kurma dengan bayaran tak lebih dari 6 riyal per bulan. Karena kondisi itu, ia sering tidur dengan mengenakan pakaian yang ia kenakan saat bekerja.

Hingga pada suatu hari dirinya berhasil untuk diterima sebagai pelayan di salah satu hotel di Riyadh. Dari gajinya itulah ia mulai menabung untuk membuka usaha.

Setelah keluar dari pekerjaannya sebagai pelayan, Sulaiman lantas memulai usahanya menjadi pedagang grosir minyak tanah impor. Ia kemudian membuka toko kelontong sendiri untuk melancarkan bisnisnya.

Sayangnya usaha tersebut harus berhenti setelah ia memutuskan untuk menikah. Setelah itu, ia mulai bekerja di perusahaan penukaran uang milik saudaranya Saleh Al Rajhi. Kolaborasi Al Rajhi dan saudaranya itu membuahkan hasil gemilang.

Baca Juga: Arab Saudi Buka Sindalah, Pulau Mewah NEOM Impian Pangeran Mohammed bin Salman

Berkat Kepiawaiannya, bisnis tersebut membuat usahanya berkembang pesat. Hanya dalam waktu singkat, ia berhasil mengembangkan usaha penukaran uang yang dikembangkannya menjadi 30 cabang yang tersebar di seluruh Arab Saudi.

Pertumbuhan dan perluasan bisnis saudara Al Rajhi didorong oleh membanjirnya pekerja migran ke Arab Saudi selama booming minyak tahun 1970-an.

Kegemilangan kinerja banknya tersebut membuat kekayaannya melejit. Berdasarkan catatan Forbes, kekayaan Al Rajhi pada 2011 lalu tembus USD7,7 miliar. Kalau dirupiahkan dengan kurs Rp14.674 per dolar AS saat itu, kekayaan sangbankir tembus Rp112,9 triliun.

Namun, pada 2015 kekayaan itu turun menjadi tinggal USD2,1 miliar atau Rp30,8 triliun. Penurunan kekayaan terjadi setelah 2011 lalu, Al Rajhi menyatakan komitmennya untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk amal, mendanai upaya pengentasan kelaparan dan pendidikan di Arab Saudi.

Puncak dari komitmen itu, ia mentransfer 20 persen sahamnya di Al-Rajhi Bank pada 2013 lalu ke lembaga amal. Karena amalnya tersebut, Al Rajhi harus rela terlempar dari daftar orang kaya versi Forbes.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Ekspor Minyak Saudi...
Ekspor Minyak Saudi ke China Jeblok, Diramal Hanya 333.000 Barel per Hari
Aramco Raup Cuan Rp561...
Aramco Raup Cuan Rp561 Triliun! Terungkap Cara Cerdik Saudi Amankan Minyak Tanpa Selat Hormuz
Hancurkan Dominasi Arab...
Hancurkan Dominasi Arab Saudi! Ini Alasan Tersembunyi UEA Keluar dari OPEC
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Rekomendasi
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Berita Terkini
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved