Surprise, Investor Lokal Sembuhkan Pasar Modal dari 3.900 Kembali Jadi 5.300

Kamis, 03 September 2020 - 15:10 WIB
Surprise, Investor Lokal Sembuhkan Pasar Modal dari 3.900 Kembali Jadi 5.300
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada tahun ini investor pasar modal di Tanah Air sudah mencapai 3 juta investor atau naik 22% dari tahun 2019. Foto/SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Tren investasi pasar modal di Indonesia terus menunjukkan catatan positif. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) , pada tahun ini investor pasar modal di Tanah Air sudah mencapai 3 juta investor atau naik 22% dari tahun 2019.

(Baca Juga: BEI Sebut Pasar Saham Global Mulai Pulih )

Presiden Direktur PT BNI Asset Management, Putut Endro Andanawarih mengatakan, peran investor lokal di Tanah Air juga terus meningkat. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah investor.

"Kalau saya lihat sepanjang tahun 2020 ini peran investor lokal juga semakin dominan. Kalau kita liat dari datanya year to date basses apakah itu di equity atau base income itu tidak terlihat bahwa sebetulnya kita net of flow," ujar Putut dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (3/9/2020).



Dia menambahkan, dominasi investor lokal juga dilihat dari kinerja pasar modal yang terlihat sempat menurun drastis di masa pandemi Covid-19 dan akhirnya belakangan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit di angka 5.300

"Tapi ngeliat kinerja dari pasar modal kita sebetulnya juga cukup surprise buat saya dalam arti market sempat turun ke 3.900 naik ke 5.300 sekarang. Itu semua semata ditopang investor dalam negeri," kata dia.

(Baca Juga: Di Usia 43 Tahun, Pasar Modal Kian Bersolek agar Semakin Memincut )

Putut menuturkan, jika dilihat dari pasar obligasi kinerjanya juga menunjukkan capaian yang luar biasa, dimana secara. year to date bases pasar obligasi Indonesia juga sudah berkontribusi 8 persen di pasar modal.

"Jadi, saya pikir ke depan suatu hal yang belum dicerna semua sama investor terutama pasar saham karena masih melihat apa yang di samping-samping sekitar riil ekonominya belum keliatan ada perbaikan. Jadi, biasanya pasar modal itu memang leading indicator, jadi kita sebagai investor jangan give up dengan kondisi sekarang, kita liat ke depannya, kalau saya lihat kita ada potensi ke depan," ucapnya.
(akr)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2276 seconds (11.252#12.26)