Ketua Satgas PEN: Semoga Vaksin Indonesia Tidak Seperti Kasus AstraZeneca

Kamis, 10 September 2020 - 14:15 WIB
loading...
Ketua Satgas PEN: Semoga...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin Covid-19 yang diproduksi pemerintah tidak akan seperti kasus yang menimpa AstraZeneca. Diketahui, AstraZeneca menghentikan semua uji klinis tahap III vaksin Covid yang dikembangkan bersama dengan Oxford University di seluruh dunia.

Penghentian uji klinis itu dilakukan karena salah satu relawan di Inggris mengalami efek samping berupa penyakit aneh yang tidak bisa dijelaskan.

"Ini terjadi dengan AstraZeneca yang mana vaksin mereka ada masalah dengan klonikal trial. Jadi harusnya kita ada strategi lain agar tetap membatasi orang keluar rumah," ujar Budi dalam diskusi virtual, Kamis (10/9/2020). ( Baca juga:DKI Jakarta PSBB Total, Bioskop Dipastikan Batal Dibuka )

Kata dia, vaksin butuh tujuh tahun untuk diproduksi dan paing cepat empat tahun. Namun seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan, pembuatan vaksin Covid-19 bisa dipercepat.

"Saat ini kita konfiden vaksin, tapi kita harus ada strategi alternatif yang belum ada," jelasnya. ( Baca juga:Dalami Kasus Proyek Fiktif, KPK Panggil 14 Pegawai Waskita Karya )

Sebagai informasi, penghentian uji klinis tadi dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus yang sama. Meski kabar ini sudah beredar, pihak AstraZeneca tidak mengungkapkan reaksi efek samping seperti apa yang muncul pada pasien.

Perusahaan ini menguji vaksin buatannya di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Amerika Latin, Eropa, dan Afrika. Mereka juga menegaskan akan terus menyelidiki dan memastikan penyakit yang disebabkan vaksin tersebut.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Geopolitik Global Bergejolak,...
Geopolitik Global Bergejolak, GP Farmasi Indonesia Perkuat Ketahanan Industri Farmasi
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Rekomendasi
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Berita Terkini
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Infografis
Jumlah Dokter di Indonesia...
Jumlah Dokter di Indonesia Kurang dan Tidak Merata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved