Riset: Grab Jadi Merek Paling Diminati dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi di Indonesia
Jum'at, 25 September 2020 - 23:25 WIB
loading...
Grab tengah dalam proses memperluas penyaluran KUR melalui kerja sama dengan Bank Mandiri dan BNI.
A
A
A
JAKARTA - Grab menjadi merek paling diminati dengan kepuasan tertinggi di Indonesia. Temuan ini dikemukakan oleh Blackbox Research dan Toluna dalam riset berjudul ‘Into the Light: Understanding What has Changed for the ASEAN Consumer During COVID-19‘. Riset ini fokus untuk menganalisa pola konsumsi masyarakat Asia Tenggara, serta memberikan pandangan tentang pergeseran kebiasaan konsumen selama masa pandemi.
Riset ini dilakukan pada Juni 2020 terhadap 4.780 pelanggan di Asia Tenggara, dimana 799 diantaranya berasal dari Indonesia. Riset ini menggarisbawahi beberapa hal, termasuk pentingnya menjaga hubungan dengan pelanggan secara digital, transformasi rumah yang kini menjadi pusat aktivitas masyarakat, dan juga konsumen yang terus mencari cara untuk bisa terus mendukung usahawan lokal di tengah situasi yang menantang ini.
Menjadi salah satu e-commerce dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, Grab merupakan merek e-commerce #1 dengan tingkat kepuasan tertinggi di Indonesia dan #3 di Asia Tenggara (42%). Grab diikuti oleh Shopee dan Tokopedia di posisi kedua dan ketiga. Riset menyebutkan bahwa ekspektasi pelanggan terhadap layanan e-commerce semakin tinggi dan alasan utama mereka memilih layanan ini adalah karena kenyamanan. Ulasan serta ongkos kirim juga menjadi pertimbangan pelanggan dalam memilih e-commerce pilihan mereka.
Riset juga menunjukkan bahwa 84% responden di Indonesia merasa nyaman menggunakan layanan online. Temuan riset juga menjelaskan peningkatan tren telemedicine, layanan pengantaran makanan serta belanja kebutuhan online. 52%, 70% dan 61% pelanggan mengatakan akan tetap menggunakan layanan telemedicine, layanan pengantaran makanan serta belanja kebutuhan online bahkan setelah pandemi berakhir.
Komitmen Grab untuk Mendukung Masyarakat Selama Pandemi
COVID-19 telah menunjukkan pergeseran pola kerja bagi masyarakat Indonesia. Pekerja mandiri dan UMKM kini menjadi bagian penting ekonomi - bersama dengan pekerjaan formal dan informal. Riset CSIS & Tenggara Strategic di tahun 2020 menunjukkan kontribusi ekonomi pekerja mandiri dan UMKM di platform Grab yang mencapai Rp77,41 triliun di tahun 2019. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung kebutuhan pekerja mandiri dan UMKM agar dapat bertahan dan bertumbuh, dan kolaborasi berbagai pihak menjadi lebih penting.
Riset ini dilakukan pada Juni 2020 terhadap 4.780 pelanggan di Asia Tenggara, dimana 799 diantaranya berasal dari Indonesia. Riset ini menggarisbawahi beberapa hal, termasuk pentingnya menjaga hubungan dengan pelanggan secara digital, transformasi rumah yang kini menjadi pusat aktivitas masyarakat, dan juga konsumen yang terus mencari cara untuk bisa terus mendukung usahawan lokal di tengah situasi yang menantang ini.
Menjadi salah satu e-commerce dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, Grab merupakan merek e-commerce #1 dengan tingkat kepuasan tertinggi di Indonesia dan #3 di Asia Tenggara (42%). Grab diikuti oleh Shopee dan Tokopedia di posisi kedua dan ketiga. Riset menyebutkan bahwa ekspektasi pelanggan terhadap layanan e-commerce semakin tinggi dan alasan utama mereka memilih layanan ini adalah karena kenyamanan. Ulasan serta ongkos kirim juga menjadi pertimbangan pelanggan dalam memilih e-commerce pilihan mereka.
Riset juga menunjukkan bahwa 84% responden di Indonesia merasa nyaman menggunakan layanan online. Temuan riset juga menjelaskan peningkatan tren telemedicine, layanan pengantaran makanan serta belanja kebutuhan online. 52%, 70% dan 61% pelanggan mengatakan akan tetap menggunakan layanan telemedicine, layanan pengantaran makanan serta belanja kebutuhan online bahkan setelah pandemi berakhir.
Komitmen Grab untuk Mendukung Masyarakat Selama Pandemi
COVID-19 telah menunjukkan pergeseran pola kerja bagi masyarakat Indonesia. Pekerja mandiri dan UMKM kini menjadi bagian penting ekonomi - bersama dengan pekerjaan formal dan informal. Riset CSIS & Tenggara Strategic di tahun 2020 menunjukkan kontribusi ekonomi pekerja mandiri dan UMKM di platform Grab yang mencapai Rp77,41 triliun di tahun 2019. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung kebutuhan pekerja mandiri dan UMKM agar dapat bertahan dan bertumbuh, dan kolaborasi berbagai pihak menjadi lebih penting.
Lihat Juga :