Harga Gas untuk Pupuk Sudah Turun, Saatnya Membenahi Supplier

Selasa, 29 September 2020 - 16:01 WIB
loading...
Harga Gas untuk Pupuk...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman mengungkapkan bahwa penyesuaian harga gas sebesar USD 6,0/MMBTU berdampak positif bagi industri pupuk nasional. Kebijakan itu memberikan penghematan subsidi dan tambahan keuntungan untuk pemerintah.

"Dengan penyesuaian harga gas tersebut, terjadi penghematan sebesar Rp1,4 triliun per tahun," kata Bakir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Selasa (29/9/2020). ( Baca juga:Omnibus Law Disahkan, Bank Dunia Ikut Happy )

Ia juga menyampaikan, dengan penyesuaian harga ini membuat produk pupuk Indonesia bisa bersaing dengan produk impor. Alhasil, dapat mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.

"Penyesuaian harga gas dapat meningkatkan daya saing industri pupuk, dan bersaing ketika diekspor juga," jelas Bakir.

Meski begitu, ia menuturkan bahwa masih ada harga untuk industri pupuk yang masih di atas USD6/MMBTU. Hal itu dikarenakan biaya tol fee yang cukup tinggi. Di antaranya, Pupuk Iskandar Muda berada di USD6,63, Petrokimia Gresik USD6,05 sampai USD6,77, Pupuk Kalimantan Timur USD6,02, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang USD6,04.

"Perbedaan harga ini berasal dari beberapa supplier gas," tandasnya. ( Baca juga:Bertambah 4.002, Total 282.724 Orang Positif Corona )

Sekedar informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri No. 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri dan Keputusan Menteri ESDM No 89K/10/MEM/2020, yang mengatur penyesuaian harga gas untuk beberapa sektor industri. Dalam aturan tersebut, harga gas bumi ditetapkan paling tinggi USD6/MMBTU.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Gas Melonjak Tajam,...
Harga Gas Melonjak Tajam, Pelanggan Non-PGBT Teriak
Gas Murah Industri Dipastikan...
Gas Murah Industri Dipastikan Lanjut, Berikut Skema Baru HGBT dan 7 Sektor Penerimanya
Harga Gas Selangit Tembus...
Harga Gas Selangit Tembus Rekor Tertinggi 2 Tahun, Eropa Bisa Membeku
Eropa Dibayangi Krisis...
Eropa Dibayangi Krisis Gas, Harga Melonjak Tinggi
5 Negara dengan Harga...
5 Negara dengan Harga Gas Alam Termahal di Dunia
Harga Gas Industri Bakal...
Harga Gas Industri Bakal Naik, Bahlil: Sudah Tak lagi USD6 per MMBTU
Jangan Coba-coba! Jual...
Jangan Coba-coba! Jual Pupuk Subsidi di Atas HET Terancam 20 Tahun Penjara dan Denda Rp1 M
Pelaku Industri Tagih...
Pelaku Industri Tagih Kejelasan soal Kelanjutan Insentif Harga Gas
Skema Disederhanakan,...
Skema Disederhanakan, Petani Tebus 7.536 Ton Pupuk Subsidi di Awal Tahun
Rekomendasi
Jatimulya Diterjang...
Jatimulya Diterjang Banjir Satu Meter, Banyak Pengendara Motor yang Mogok
Hari di Mana Khabib...
Hari di Mana Khabib Nurmagomedov Nyaris Kalah Lawan Justin Gaethje
PMI Kirim Bantuan Kemanusiaan...
PMI Kirim Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp800 Juta untuk Korban Gempa Myanmar
Berita Terkini
Diskon Tarif Tol 20%...
Diskon Tarif Tol 20% Mulai Berlaku Kamis 3 April 2025, Catat Sampai Kapan!
7 jam yang lalu
Janji Manis Wamenaker,...
Janji Manis Wamenaker, Bakal Rekrut Kembali Korban PHK Sritex
8 jam yang lalu
Chandra Asri dan Glencore...
Chandra Asri dan Glencore Resmi Kuasai Kilang Shell Singapura Senilai Rp4,2 Triliun
10 jam yang lalu
Ikut Pertamina UMK Academy,...
Ikut Pertamina UMK Academy, Produk UMKM Bisa Go Global
10 jam yang lalu
Risiko Resesi Amerika...
Risiko Resesi Amerika Semakin Besar, Begini Isi Ramalan Goldman Sachs
11 jam yang lalu
BRI Bagikan Tips Terhindar...
BRI Bagikan Tips Terhindar dari Penipuan dan Kejahatan Siber yang Marak saat Lebaran
11 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved