Menparekraf Luncurkan We Love Bali di Bali Safari

loading...
Menparekraf Luncurkan We Love Bali di Bali Safari
Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat meluncurkan program We Love Bali di Bali Safari and Marine Park, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (14/10/2020). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengedukasi dan mengampanyekan penerapanprotokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety Environment) lewat program wisata, We Love Bali. Program yang ditujukan untuk pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif serta seluruh masyarakat Bali itu diluncurkan secara resmi oleh Menparekraf Wishnutama Kusubandio di Bali Safari and Marine Park, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (14/10) lalu.

Lewat program itu, Pemerintah Indonesia menawarkan tur dan staycation gratis kepada 4.400 penduduk Pulau Bali dalam perjalanan wisata selama tujuh minggu di berbagai tempat wisata di Bali. Tur terbagi menjadi 10 program tempat wisata untuk menguji protokol kesehatan tempat wisata yang dikunjungi.

Bali Safari and Marine Park terpilih sebagai tempat peluncuran program pemerintah ini karena reputasinya yang mampu menerapkan dan menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

(Baca Juga: Kucurkan Dana Hibah Rp3,3 T, Pemerintah Dorong Pemulihan Pariwisata)



"Sejauh yang saya perhatikan dalam kunjungan ini, mulai dari loket sampai seluruh fasilitasnya, Bali Safari telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Ini penting untuk meyakinkan pengunjung bahwa destinasi ini aman Covid-19," ujar Menparekraf Whisnutama dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (15/10/2020).

General Manager Bali Safari Thomas Colbert mengungkapkan keseriusan mereka mewujudkan tempat rekreasi yang aman dan nyaman di tengah pandemi ini.
Menurutnya, peluncuran program We Love Bali dilakukan di Bali Safari sangatlah penting karena ini menunjukkan bahwa Bali itu tempat yang aman dan nyaman, terutama Bali Safari tempat yang sangat mementingkan protokol kesehatan.

"Kami terpilih sebagai tempat rekreasi pertama yang buka saat lockdown. Kami tutup pada 27 Maret hingga 9 Juli 2020 lalu, dan setelah itu kami diizinkan buka karena protokol kesehatan yang bagus. Kami menjadi contoh yang baik bagi usaha rekreasi yang lain," ujar Colbert.



Usaha yang dilakukan Bali Safari antara lain melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh area, menyemprot mobil yang datang, menyiapkan banyak tempat cuci tangan dan hand-sanitizer, melakukan rapid tes bagi semua karyawan, serta memastikan kapasitas isi kendaraan dikurangi setengah dan selalu dibersihkan sebelum pengunjung lain masuk.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top