Terkait UU Ciptaker, Apindo Persoalkan Subsidi buat Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:28 WIB
loading...
Terkait UU Ciptaker,...
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Para pengusaha ramai-ramai berbicara mengenai manfaat Undang-Undang Cipta Kerja . Soalnya, UU itu masih menjadi perbincangan hangat karena menimbulkan penolakan dari dari sejumlah kalangan, mulai dari buruh hingga akademsi.

Ketua Umum Asosaisi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdan i mengatakan, UU Cipta Kerja dibuat untuk meningkatkan produktivitas pekerja sehingga akan menciptakan kemandirian bagi para pekerja. ( Baca juga:Perumusan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Perlu Libatkan Publik )

Menurut Hariyadi, saat ini masyarakat Indonesia terlalu bergantung pada bantuan. Bagaimana tidak, 40% dari penduduk Indonesia dibantu oleh pemerintah lewat subsidi.



Padahal menurut Hariyadi, untuk menjadi negara maju negara tidak hanya fokus pada pemberian insentif kepada masyarakat. Tapi juga di luar itu, jadi produktivitas naik dan ekonomi pun ikut merasakan manfaatnya.

“Penerima subsidi sudah 40% dari penduduk. Di mana-mana, yang namanya negara mendorong supaya warganya bisa mandiri, bukan senang memberikan subsidi. Nah ini melemahkan negara untuk membangkitkan produktivitas masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (15/10/2020). ( Baca juga:Pengusaha: Buruh Daripada Mogok dan Demo, Mending ke MK Saja )

Apalagi lanjut Hariyadi, Indonesia saat ini berpotensi menjadi negara maju seperti Jepang karena memiliki bonus demografi yang sebagaian besar penduduknya berusia prodiktif. Makanya, Indonesia memerlukan terobosan baru untuk mendongkrak perekonomian, sehingga cita-cita Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045 bisa terwujud.

“Kalau terus-terusan begini (dengan subsdidi) kita tidak akan menikmati bonus demografi,” kata Hariyadi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
Respons Pengusaha Soal...
Respons Pengusaha Soal THR Ormas: Minta Boleh, Tapi Jangan Maksa
Jaga Iklim Investasi,...
Jaga Iklim Investasi, Pemerintah Harus Berikan Kepastian Hukum Industri Sawit
Sistem Coretax Dikeluhkan...
Sistem Coretax Dikeluhkan Pengusaha: Usul Masa Transisi hingga 2026
BI Guyur Insentif Likuiditas...
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp295 Triliun, Paling Besar ke Bank Swasta
Trump Ingin Rusia Kembali...
Trump Ingin Rusia Kembali ke G8, Pertanda Apa?
Keluh Kesah Pengusaha...
Keluh Kesah Pengusaha usai Prabowo Ingin Hemat Anggaran Rp306 Triliun
Minuman Berpemanis Bakal...
Minuman Berpemanis Bakal Kena Cukai, Apindo: Kaji Dulu, Jangan Terburu-buru
Sikap Pengusaha Soal...
Sikap Pengusaha Soal Usia Pensiun Naik Jadi 59 Tahun, Rekrutmen Baru Lebih Selektif
Rekomendasi
Conor McGregor Sindir...
Conor McGregor Sindir Rekor KO Khabib Nurmagomedov, Islam Makhachev, dan Ilia Topuria
Era Dominasi Jon Jones...
Era Dominasi Jon Jones Berakhir di UFC? Pesaing Ungkap 3 Faktor Kelemahan
Gus Jazil Silaturahmi...
Gus Jazil Silaturahmi dengan Ribuan Warga, Kenalkan Pendirian Universitas Sunan Gresik
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
1 jam yang lalu
Selatan Jakarta Padam...
Selatan Jakarta Padam Listrik karena Cuaca Ekstrem, PLN Siaga
1 jam yang lalu
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Ratusan Negara Lainnya
3 jam yang lalu
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor 32 Persen oleh Trump, Ini Profil Perdagangan Indonesia-AS
5 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32...
Kena Tarif Impor 32 Persen, Surplus Neraca Dagang Indonesia Terancam
5 jam yang lalu
Dihantui Tarif AS, Rupiah...
Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
7 jam yang lalu
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved