Garap 8,2 Juta Ha Lahan, Produksi Beras Ditargetkan 20 Juta Ton

loading...
Garap 8,2 Juta Ha Lahan, Produksi Beras Ditargetkan 20 Juta Ton
Produksi beras ditargetkan 20 juta ton awal tahun depan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menargetkan pada musim tanam kesatu (MT 1) penanaman padi di atas 8,2 juta hektar lahan bisa sukses. Rinciannya, pada bulan Oktober penanaman padi ditargetkan di atas lahan seluas 700 ribu hektar.

Lalu pada bulan November 900 ribu hektar lahan, Desember 1,9 juta hektar lahan, Januari 2,16 hektar (ha) lahan, Februari 1,2 juta hektar lahan dan Maret 1,01 hektar lahan. Secara rinci, teknis penanaman berdasarkan waktu dan target dibagi per kabupaten, per kecamatan dan per desa.

"Kita berharap besar dari 8,2 juta hektar lahan yang ditanami pada 1 Oktober- Maret 2021 menghasilkan 20 juta ton beras. Jadi yang harus dilakukan mulai sekarang start penanaman dengan target 8,2 juta hektar lahan," kata Mentan SYL di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Baca Juga: Beras Berlimpah Ruah, Target Produksi Tahun Ini Naik 310.000 Ton



Untuk itu ia meminta agar diperhatikan betul segala macam hal yang berkaitan dengan target tersebut seperti pengairan, benih, pupuk dan kondisi existing suatu daerah penanaman. "Kita berharap lokasi yang ada sekarang tidak terbatas pada kondisi existing atau ada penambahan lahan baru. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumsel, Lampung dan sembilan provinsi lainnya harus konsentrasi kejar target yang ada," pinta Mentan SYL.

Di sisi lain, Mentan SYL juga meminta kepada jajarannya agar menyiapkan benih untuk para petani demi memenuhi kebutuhan target pada musim tanam tersebut. "Benih 205 ribu ton lebih sudah harus didipersiapkan di mana tempatnya, di mana ambilnya dan lain sebagainya," tutur Mentan SYL.

Syahrul juga meminta agar imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar diperhatikan betul mengenai prediksi akan terjadi banjir besar di seluruh Indonesia pada bulan Desember-Januari. "Hati-hati dan persiapkan diri. Lakukan perencanaan yang tepat, manfaatkan yang ada secara efektif, lalu mapping wilayah banjir. Ada wilayah merah, kuning dan hijau. Harus juga ada brigade tanam, brigade banjir, brigade hama dan brigade tanam. Ini membantu. Dia (brigade) hanya turun kalau ada hal signifikan, ada masalah besar," katanya.



Baca Juga: Mentan SYL: Petani Jangan Lagi Jual Gabah, Tapi Beras
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top