Optimis, 47,2% Konsumen Percaya Pandemi Berakhir Tahun Ini

loading...
Optimis, 47,2% Konsumen Percaya Pandemi Berakhir Tahun Ini
Riset Inventure menyebutkan bahwa 47,2% konsumen optimis pandemi Covid-19 berakhir di akhir tahun 2020. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Krisis ekonomi yang diakibatkan oleh Covid-19 berdampak pada kondisi keuangan keluarga dan pribadi. Meskipun pendapatan masyarakat Indonesia mengalami penurunan, namun optimisme masyarakat terhadap pemulihan ekonomi mengalami peningkatan.

Berdasarkan riset yang dilakukan Inventure pada Agustus-September terhadap 1.121 responden yang tersebar di seluruh Indonesia, sebesar 47,2% menyatakan optimis pandemi Covid-19 berakhir di akhir tahun 2020. Sedangkan sebesar 51,4% menyatakan bahwa kondisi keuangan mereka akan kembali normal pada akhir tahun 2021.

(Baca Juga: Sri Mulyani Geber Belanja Pemerintah untuk Dukung Pemulihan Ekonomi)

"Artinya konsumen Indonesia optimis bahwa badai akan berlalu," ujar Managing Partner Inventure Yuswohady dalam webinar Indonesia Industry Outlook (IIO) 2021, Selasa (27/10/2020).



Yuswohady melanjutkan, adanya optimisme dari konsumen diharapkan spending masyarakat akan kembali menggeliat. Dengan begitu pabrik bisa mulai beroperasi lagi. "Kalau spending meningkat maka pabrik akan beroperasi lagi. Mudah-mudahan resesi tidak terjadi lagi tahun depan," ungkapnya.

Berdasarkan riset yang dilakukan Inventure, sebesar 67,6% mengatakan bahwa pendapatan mereka berkurang selama pandemi. Namun di sisi yang lain 35,3% mengatakan pengeluaran mereka justru meningkat.

Yuswohady menuturkan, hal menarik dari hasil riset menunjukkan bahwa di masa awal pandemi jumlah tabungan masyarakat cenderung meningkat sebagai dana cadangan menghadapi ketidakpastian akibat krisis pandemi. Namun pada masa kini mereka mengakui jumlah tabungan dan investasi mereka menurun.



"Di awal pandemi tabungan naik karena kondisi tidak menentu maka mereka menabung untuk jaga-jaga. Tetapi riset terbaru ternyata 57,6% konsumen menyatakan tabungan telah digunakan selama pandemi ini. Ini mengindikasikan bahwa pengaruh krisis pandemi di akhir tahun 2020 ini semakin dalam dan dirasakan masyarakat," jelasnya.

(Baca Juga: Ditembaki Stimulus, Ekonomi RI Baru Bisa Meroket Tahun Depan)

Sementara Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono mengingatkan bahwa meski vaksin telah siap diproduksi secara massal namun tidak serta merta bisa mengendalikan pandemi. Menurut dia, butuh waktu paling cepat sekitar dua tahun untuk mengendalikan krisis akibat pandemi ini.

"Pada akhirnya kita hanya mampu mengendalikan virus ini saja, apakah dengan obat maupun vaksin. Tetapi virus tidak akan pernah hilang dari muka bumi," tuturnya.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top