Gelombang Kedua Covid-19 Tidak Akan Mengganggu Pemulihan Ekonomi Global

Sabtu, 12 Desember 2020 - 08:38 WIB
loading...
Gelombang Kedua Covid-19...
Pasar keuangan global masih akan menghadapi ketidakpastian lebih lanjut, ketika gelombang kedua pandemi Covid-19 terjadi di seluruh AS, Inggris, dan Zona Eropa. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pasar keuangan global masih akan menghadapi ketidakpastian lebih lanjut, ketika pandemi Covid-19 belum teratasi. Head of Investment Strategy, Bank of Singapore Eli Lee mengatakan, meski pemilihan presiden AS (Amerika Serikat) telah selesai, namun perhitungan suara di beberapa negara bagian sedang mengalami tantangan di pengadilan.

(Baca Juga: Ekonomi Global Amburadul, Luhut: Penanganannya Berbeda dengan Krisis Sebelumnya )

Selain itu AS, Inggris, dan Zona Eropa juga masih mencatatkan lonjakan kasus baru. Namun, setelah hasil pemilu AS selesai, pasar keuangan akan cenderung fokus kembali kepada prospek yang menguntungkan untuk aset berisiko.

"Hal tersebut didukung oleh pemulihan global, vaksin yang akan datang, bank sentral yang sangat dovish, imbal hasil obligasi pemerintah yang rendah, dan USD yang lebih lemah," kata Eli di Jakarta.

(Baca Juga: Ekonomi Global Tahun Depan Masih Diselimuti Awan Gelap )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Rekomendasi
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe Telikung Messi
Messi Turun Takhta,...
Messi Turun Takhta, Mbappe Raja Gol Piala Dunia
Praktik Dokter Ilegal...
Praktik Dokter Ilegal di Jaksel, 2 WNA Vietnam Dideportasi
Berita Terkini
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved