Genjot Produksi Kedelai Lokal, Jokowi Minta Dicari Lahan Satu Juta Hektare

Senin, 11 Januari 2021 - 10:44 WIB
loading...
Genjot Produksi Kedelai...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung masalah hilangnya tahu dan tempe di pasaran. Dia mengatakan bahwa salah satunya karena distribusi pangan di dunia terganggu akibat pandemi Covid-19.

Dia mengatakan saat ini mobilitas dibatasi karena adanya pandemi, termasuk dalam distribusi pangan. “Dan kita tahu beberapa minggu hari terakhir ini, urusan yang berkaitan dengan tahu dan tempe, kedelai menjadi masalah juga karena yang tadi saya sampaikan,” katanya saat membuka rapat kerja pembangunan pertanian, Senin (11/2/2021). ( Baca juga:Setelah Jokowi Soft Launching, Kemenhub Resmikan Pelabuhan Patimban )

Dia memperingatkan bahwa kedelai sebagai salah satu komoditas yang masih impor harus menjadi fokus perhatian dalam membangun pertanian. Dia menyebut kedelai masih impor jutaan ton.

“Saya sampaikan barang-barang ini harus diselesaikan urusannya, bawang putih, gula, jagung, kedelai dan komoditas lain yang masih impor tolong jadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia juga menyebut bahwa petani Indonesia enggan menanam kedelai karena kalah bersaing harga dengan kedelai impor. Padahal sebenarnya di Indonesia kedelai bisa tumbuh baik. ( Baca juga:Gempa Bumi Tektonik M 5,2 di Laut Sulawesi Tidak Berpotensi Tsunami )

“Pertama kedelai juga di indonesia bisa tumbuh baik, kenapa petani kita gak mau tanam? Karena harganya kalah dengan kedelai impor. Kalau petani disuruh jual dengan yang impor, harga pokok produksi enggak nutup. Jadi hanya dalam jumlah yang besar untuk melawan yang impor,” ujarnya.

Sehingga menurutnya perlu dibangun lahan pertanian kedelai yang besar untuk melawan impor tersebut. “Sehingga sekali lagi ini harus dibangun dalam lahan yang sangat luas. Lahan kita masih (ada lahan). Cari lahan yang cocok untuk kedelai, jangan 1-2 hektar 10 hektar, tapi 100 ribu, 300 ribu, 500 ribu, 1 juta hektar. Cari!” pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Tahun Jokowi Realisasikan...
10 Tahun Jokowi Realisasikan Hilirisasi, Industri Tambang Beri Apresiasi
Telepon Jokowi, Presiden...
Telepon Jokowi, Presiden Xi Yakin Kerja Sama Ekonomi dengan RI Berlanjut
Puluhan Bandara-Pelabuhan...
Puluhan Bandara-Pelabuhan Dibangun di Era Presiden Jokowi Demi Pemerataan Ekonomi
Rogoh Rp1.315 T untuk...
Rogoh Rp1.315 T untuk Infrastruktur Selama 10 Tahun, Jokowi Bangun Apa Saja?
Cerita Jokowi Saat Ambil...
Cerita Jokowi Saat Ambil Freeport, Diancam Digulingkan hingga Papua Direbut
10 Tahun Jabat Presiden,...
10 Tahun Jabat Presiden, Jokowi Heran Investasi Pembangkit Panas Bumi Masih Lambat
Harga Kedelai Naik Imbas...
Harga Kedelai Naik Imbas Konflik Timur Tengah
Raker Komisi VI DPR,...
Raker Komisi VI DPR, Pemerintah Bahas Pemanggilan Importir Kedelai
Tak Hanya Mantan Presiden...
Tak Hanya Mantan Presiden dan Wapres, Prabowo Juga Undang Ketum Parpol hingga Eks Menlu
Rekomendasi
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved