Dukung Gernas BBI 2021, Sandi Uno Ajak Masyarakat Beli dan Cintai Produk Lokal

Selasa, 12 Januari 2021 - 06:06 WIB
loading...
Dukung Gernas BBI 2021,...
Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau produk kreatif lokal di Labuan Bajo, NTT. Foto/Dok Kemenparekraf
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) siap mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang kembali diluncurkan tahun ini.

Kampanye BBI digiatkan agar masyarakat semakin mencintai dan menggunakan produk ekonomi kreatif karya anak bangsa, khususnya UMKM. Dengan demikian, diharapkan produktivitas UMKM kembali meningkat dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 (Gernas BBI 2021) diselenggarakan secara hybrid dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (11/1/2021).

(Baca juga: Bangga Buatan Indonesia, Juragan BI Selalu Pakai Produk UMKM )

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam “Gernas BBI 2021”.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM.

“Gerakan ini sebagai bentuk kampanye nasional dalam mendorong pelaku UMKM untuk go digital, serta lebih meningkatkan kehadiran produk-produk lokal yang inovatif dan memiliki daya saing tinggi dengan memaksimalkan kearifan lokal sebagai ciri khas,” ujar Menparekraf dalam keterangannya, Senin (11/1/2021).

(Baca juga: Produk UMKM RI Makin Baik, Luhut Imbau Pejabat Jadi Duta Merek Lokal )

Gernas BBI, lanjut Sandi, juga mendorong kita semua untuk untuk saling gotong-royong, gerak bersama dalam membangun pelaku usaha sektor ini dengan mencintai dan membeli produk-produk hasil UMKM.

Sebagai catatan, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia lahir sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk kebangkitan industri ekonomi kreatif Tanah Air agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Gerakan tersebut kemudian dijalankan dengan sinergi aktif dari 13 Kementerian/Lembaga di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif.

Pada program BBI 2020, sebanyak 3,4 juta UMKM tergabung dalam ekosistem digital. Sandiaga berharap di tahun ini semakin banyak pelaku UMKM yang go digital.

“Untuk masyarakat Indonesia, kita harus lebih mencintai, membeli, dan menggunakan produk-produk lokal yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Indonesia,” ucapnya.

(baca juga: Ini Aturan Main Sektor Usaha Pariwisata saat Pengetatan PSBB Jakarta )

Dalam mendukung program Gernas BBI, tahun lalu Kemenparekraf juga menginisiasi program Beli Kreatif Lokal. Selain kampanye untuk mendorong masyarakat lebih mencintai produk lokal, program tersebut juga memberikan berbagai pendampingan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kompetensi diri dan memberikan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dampak yang dirasakan pelaku UMKM dari program tersebut adalah meningkatnya kapasitas dan daya saing, sehingga karya yang dihasilkan mampu memiliki nilai jual yang tinggi dan berkualitas.

Data dari belikreatiflokal.id menyebutkan, tahun lalu program tersebut terbukti memberikan dampak yang sangat besar. Dimana total revenue keseluruhan pelaku yang bergabung mencapai Rp22,272,199,667 dan menyerap banyak tenaga kerja. "Program pendampingan ini akan terus kita lakukan dan diperluas," ungkapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelatihan Gig Economy...
Pelatihan Gig Economy dan AI Challenge Diluncurkan, Kementerian Ekraf Harap Buka Lapangan Kerja untuk Gen Z
Biro Klasifikasi Indonesia...
Biro Klasifikasi Indonesia Dukung UMK Binaan Tampil di Inacraft Oktober 2025
SIG Fasilitasi UMK di...
SIG Fasilitasi UMK di Gresik Belajar Strategi E-Commerce
Luna Capital Modal Xpress...
Luna Capital Modal Xpress Menjawab Tantangan Terbesar UKM dalam Pendanaan
UKM Mojokerto Gandeng...
UKM Mojokerto Gandeng Ratusan Perajin Sepatu Ekspor ke Pasar Global
Platform Digital Pertamina...
Platform Digital Pertamina Bantu UMK Naik Kelas Lebih Cepat
Kemenpar: Program Mudik...
Kemenpar: Program Mudik ke Jakarta Pemprov DKI Berdampak Positif bagi Pariwisata
Cetak Inovator Digital...
Cetak Inovator Digital Muda Indonesia, Timedoor Academy Gelar Young Coders World Cup 2025
MaiA Resmi Diluncurkan...
MaiA Resmi Diluncurkan Kemenpar: Era Baru Pariwisata Cerdas di Indonesia Dimulai
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved