Pendapatan Perusahaan Seret, Pefindo Awasi Emiten yang Keuangannya Rawan

Selasa, 12 Januari 2021 - 14:53 WIB
loading...
Pendapatan Perusahaan...
Namun di satu sisi, Pefindo juga akan memfokuskan pada perusahaan yang gagal bayar terutama bagi perusahaan atau emiten yang memiliki financing risk. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dengan adanya pandemic covid-19 hampir setahun, sudah dipastikan akan berdampak pada beberapa sektor yang ada. Dampak tertingginya ada pada sektor yang terkait dengan pergerakan manusia.

(Baca Juga: Pefindo Angkat Pengurus Baru, Mantan Dirut Taspen Jadi Komisaris )

Corporate Rating Analyst PT Pefindo, Niken Indiarsih mengatakan, dengan adanya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali juga berdampak ada sektor pariwisata, transportasi, ada juga sektor ritel seperti restoran dan hotel. Dari sisi kinerja diperkirakan tahun 2020 banyak perusahaan yang akan membukukan penurunan pendapatan .

"Termasuk juga mungkin sektor yang kami lihat dampaknya rendah seperti makanan minuman. Kan orang perlu makan minum ya. Tapi berdasarkan portofolio kami ada juga yang mungkin alami penurunan pendapatan 2020 karena memang daya beli melemah, sehingga ada potensi penurunan pendapatan," ujar Niken di Jakarta, Selasa (12/1/2020).

(Baca Juga: Pefindo Beri Peringkat AAA untuk Rencana Penerbitan EBA-SP dari SMF )

Hal tersebut menurutnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Namun di satu sisi, Pefindo juga akan memfokuskan pada perusahaan yang gagal bayar terutama bagi perusahaan atau emiten yang memiliki financing risk.

"Ada satu utang yang jatuh tempo pada satu tahun kedepan dan kita akan lebih fokus melihat bagaimana likuditasnya. Dan ini tentu akan berdampak pada peringkatnya," sebut Niken.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
Anti Gagal Bayar, Honest...
Anti Gagal Bayar, Honest Card Bikin Formula Kredit yang Menyesuaikan Perilaku Keuangan Penggunanya
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Jamin Tidak Akan Bangkrut dan Gagal Bayar sampai 2025
Kurikulum yang Berpusat...
Kurikulum yang Berpusat pada Siswa Efektif Atasi Learning Loss Akibat Pandemi
Rekomendasi
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Berita Terkini
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved