Impor Menciut, Surplus Neraca Dagang Cuma Fenomena Semu
Jum'at, 15 Januari 2021 - 14:16 WIB
loading...
Suplusnya neraca perdagangan sepanjang 2020 disebut sebagai fenomena semu karena disebabkan menciutnya impor jeuh melebihi ekspor. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Desember 2020 mencetak surplus USD2,1 miliar dan akumulasi sepanjang 2020 surplus sebesar USD21,7 miliar. Namun, akumulasi sepanjang tahun 2020 itu disebut menunjukkan fenomena surplus semu.
"Ini yang dimaksud surplus semu, yakni kinerja impor lebih turun dibanding ekspor," kata Ekonom Indef Bhima Yudistira saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Baca Juga: Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Menurutnya, impor anjlok sampai -6,6% dari Januari ke Desember 2020. Sementara, ekspor hanya turun -2,6%, karena permintaan terganggu pandemi Covid-19.
"Kalau yang ideal, surplus terjadi kinerja ekspor lebih positif dibanding impor. Maka bisa disimpulkan situasi di 2020 sebenarnya buruk dari sisi perdagangan internasional," bebernya.
Baca juga: Pemerintah Masih Hati-hati dalam Pengeluaran Fiskal di Semester I/2021
"Ini yang dimaksud surplus semu, yakni kinerja impor lebih turun dibanding ekspor," kata Ekonom Indef Bhima Yudistira saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Baca Juga: Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Menurutnya, impor anjlok sampai -6,6% dari Januari ke Desember 2020. Sementara, ekspor hanya turun -2,6%, karena permintaan terganggu pandemi Covid-19.
"Kalau yang ideal, surplus terjadi kinerja ekspor lebih positif dibanding impor. Maka bisa disimpulkan situasi di 2020 sebenarnya buruk dari sisi perdagangan internasional," bebernya.
Baca juga: Pemerintah Masih Hati-hati dalam Pengeluaran Fiskal di Semester I/2021
Lihat Juga :