Dear Milenial, Awas Jangan Utang Buat Beli Saham

Senin, 18 Januari 2021 - 06:26 WIB
loading...
Dear Milenial, Awas...
Ilustrasi/Foto:SINDOnews
A A A
JAKARTA - Seminggu kemarin jagat media sosial (medsos) di Tanah Air dihebohkan oleh sejumlah investor yang rela berutang bahkan mau menggadaikan BPKB-nya untuk mencari untung di bursa saham.

Pandemi virus korona (Covid-19) secara tidak langsung turut mendorong pertumbuhan pasar modal di Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu naiknya tingkat kesadaran (awareness) masyarakat terhadap instrument investasi.

Baca Juga : Incar Cuan? Pantau Rekomendasi Saham “Morning Meeting” di YouTube MNC Sekuritas!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya peningkatan transaksi investor sebesar 73% di pasar modal Indonesia pada tahun 2020 dibandingkan dari tahun sebelumnya. Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, jumlah investor pasar modal naik 56% dibandingkan tahun 2019 lalu menjadi 3,88 juta investor. Raihan itu didominasi oleh investor domestik yang berumur di bawah 30 tahun (kaum investor milenial) yang tercatat mencapai 54,79% dari total investor.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengaku tren investasi saham dan market investor sudah semakin membesar dan jangkauannya pun semakin meluas. “Sekarang ini tren investor ritel semakin ramai dan ini terlihat juga dari semakin banyaknya produk investasi ritel. Bahkan dari pemerintah juga membuat SUN dan SUKUK ritel karena pangsa pasar investor ritel ini sangat potensial. Dan salah satu tujuan mereka dalam berinvestasi adalah pasar saham,” kata Huda saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, saat ini aplikasi untuk berinvestasi saham juga sudah semakin beragam dan juga kian mudah dipakai. Cukup dari ponsel pintar (smartphone) kita sudah bisa transaksi jual beli saham. “Hal ini kemudian dilihat oleh generasi milenial sebagai hobi dan seketika berubah menjadi ‘gaya hidup’ baru. Kalau kita lihat generasi ini juga cenderung risk lovers. Asalkan suka dan keuntungannya besar dilakukan walaupun risikonya juga besar,” jelasnya.

Baca Juga : Saham Apa Reksadana? Mana yang Cocok Buat Anda

Meski jumlah investor ritel terus bertambah, namun permasalahannya tingkat literasi keuangan yang masih rendah. Dari sejumlah kasus, beberapa diantaranya ada investor yang terlalu percaya diri. Misalnya ketika saham banyak yang ambruk, mereka langsung tidak siap menerima kerugian.

Literasi keuangan Indonesia masih di bawah 40% dan dengan demikian sebagian besar masyarakat belum memahami perencanaan keuangan (financial planning). Bahayanya mereka menggunakan dana sehari-hari untuk trading saham lalu hanya berharap keuntungan yang besar tapi tidak memperhitungkan risikonya.

Secara umum dia menjelaskan sebelum investasi pada saham, ada baiknya menyiapkan tabungan dana-dana penting sebagai contoh; Dana pendidikan, Dana kesehatan, Dana kebutuhan sehari-hari, Dana cadangan, Investasi yang fisik dahulu seperti rumah, emas, atau bangun bisnis. Baru setelah itu trading saham.

Pengamat keuangan Eko Endarto mengatakan masalah penggunaan uang pribadi untuk investasi adalah masalah klasik. Menurutnya ini biasa terjadi ketika masyarakat awam masuk ke dalam investasi yang tidak dia ketahui benar dari sisi risiko (risk) dan pengembaliannya (return).

Masyarakat hanya melihat dari sisi return dan menafikan adanya risiko. Padahal rumusnya jelas makin tinggi return maka potensi risk akan makin tinggi.

Baca Juga : Ini 4 Tips Investasi Saham Bagi Kaum Milenial dan Pemula

“Dan dalam investasi rumusnya jelas. Jangan pernah berinvestasi dengan uang utang. Karena investasi hasilnya tidak pasti sementara biaya pinjaman yaitu bunga adalah pasti,” ujar Eko mengingatkan.

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi Bhima Yudhistira mengatakan hal ini sebagai fenomena latah akibat ramainya influencer dan tokoh figure yang mempromosikan trading saham. Dampaknya tentu pada investor ritel yang tidak kuat dari segi finansialnya.

Seharusnya masyarakat paham investasi harus untuk jangka panjang dan bukan untuk minat sesaat. Selain itu investor harus bisa mengkalkulasi potensi untung dan kerugian. Terakhir pahami regulasinya dan mekanisme jual beli saham ini. “Jangan mau ikutan saja karena fenomena investasi sedang booming karena melihat harga saham sedang murah tapi tidak hati-hati. Jangan mau spekulasi jangka pendek,” kata Bhima.

Menurutnya semua pemahaman ini harus diluruskan dan jangan juga sampai berutang. Karena harga saham itu fluktuatif dan tergantung banyak faktor. Mulai dari makro ekonomi sampai isu di pasar modal. “Lebih baik kalau tabung uang gaji dengan rutin lalu setelah terkumpul baru diinvestasikan,” sarannya. (hafid fuad)
(her)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Catatkan Prestasi Positif,...
Catatkan Prestasi Positif, PT IIM Raih Enam Penghargaan Bergengsi
Rekomendasi
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Infografis
Dear Milenial, Berikut...
Dear Milenial, Berikut Tips Memulai Investasi Saham Bagi Pemula
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved