Jokowi Beberkan Industri yang Bertahan dari Pandemi, tapi Masih Impor
Kamis, 21 Januari 2021 - 12:02 WIB
loading...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut sejumlah industri yang akan tetap bertahan meski diadang pandemi Covid-19 . Dia mengatakan bahwa industri-industri ini harus perlu dikembangkan.
“Saya melihat dan ini perlu kita terus kembangkan. Satu pangan, yang kedua farmasi dan rumah sakit. Ketiga teknologi, jasa keuangan dan pendidikan,” katanya dalam pembukaan Kompas100 CEO Forum Tahun 2021, Kamis (21/1/2021). ( Baca juga:Ini yang Bikin Jokowi Yakin Vaksinasi COVID-19 Selesai Kurang dari Setahun )
Terkait industri pangan, Jokowi mengatakan masih ada masalah impor beberapa komoditas yang harus dituntaskan. Dia mengatakan bahwa perlu adanya substitusi terhadap barang-barang ini.
“Urusan gula yang masih impor jutaan. Padahal kita memiliki lahan. Kita memiliki resource semuanya. Kedelai, kita juga memiliki lahan yang sangat luas. Jagung yang masih impor jutaan ton masih harus diselesaikan. Bawang putih yang dulu kita tidak impor karena di NTB, di Wonosobo, Temanggung, dulunya menanam bawang putih sekarang tidak karena kalah bersaing. Ini juga yang harus dibenahi,” paparnya.
Dia pun mengajak para pengusaha untuk merancang kolaborasi dengan petani agar masalah impor komoditas pangan bisa dituntaskan.
“Saya melihat dan ini perlu kita terus kembangkan. Satu pangan, yang kedua farmasi dan rumah sakit. Ketiga teknologi, jasa keuangan dan pendidikan,” katanya dalam pembukaan Kompas100 CEO Forum Tahun 2021, Kamis (21/1/2021). ( Baca juga:Ini yang Bikin Jokowi Yakin Vaksinasi COVID-19 Selesai Kurang dari Setahun )
Terkait industri pangan, Jokowi mengatakan masih ada masalah impor beberapa komoditas yang harus dituntaskan. Dia mengatakan bahwa perlu adanya substitusi terhadap barang-barang ini.
“Urusan gula yang masih impor jutaan. Padahal kita memiliki lahan. Kita memiliki resource semuanya. Kedelai, kita juga memiliki lahan yang sangat luas. Jagung yang masih impor jutaan ton masih harus diselesaikan. Bawang putih yang dulu kita tidak impor karena di NTB, di Wonosobo, Temanggung, dulunya menanam bawang putih sekarang tidak karena kalah bersaing. Ini juga yang harus dibenahi,” paparnya.
Dia pun mengajak para pengusaha untuk merancang kolaborasi dengan petani agar masalah impor komoditas pangan bisa dituntaskan.
Lihat Juga :