Pembangunan Infrastruktur Gas Tetap Dibutuhkan di Tengah Pandemi

Selasa, 19 Mei 2020 - 13:53 WIB
loading...
Pembangunan Infrastruktur...
Pemerintah menganggap pembangunan infrastruktur gas masih feasible di tengah pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah menganggap pembangunan infrastruktur gas masih feasible di tengah penurunan permintaan alokasi gas dan rendahnya harga komoditas energi akibat pandemi corona (Covid-19). Pasalnya, pandemi Covid-19 hanya bersifat sementara, sedangkan pembangunan infrastruktur gas bersifat jangka panjang.

"Jadi kalau ditanyakan apakah pembangunan infrastruktur gas masih feasible, kami rasa masih. Kami optimistis ekonomi akan segera membaik dan harga komoditas energi seperti harga minyak dunia akan kembali naik," ujar Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Soerjaningsih, di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Menurut dia, harga minyak global diprediksi bakal naik pada akhir tahun mencapai USD40 per barel seiring mulai bangkitnya ekonomi global dari pandemi Covid-19.

Begitu juga dengan permintaan gas akan kembali meningkat seiring kebijakan konversi pembangkit listrik dari bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara ke gas.

Selain itu, pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair juga akan terus meningkat kendati harga LNG bakal tertekan tahun depan dan baru akan pulih di tahun berikutnya.

"Apabila melihat neraca gas nasional maka permintaan gas 2020-2030 tidak ada kenaikan signifikan yaitu hanya sekitar 300 juta kaki kubik per hari. Namun demikian, ada kebutuhan meningkat di sektor kelistrikan seiring konversi dari BBM dan batu bara ke gas," kata dia.

Tidak hanya itu, permintaan gas di dalam negeri juga bakal meningkat akibat dari rencana pembatasan ekspor gas ke luar negeri. Ke depan alokasi gas akan diprioritaskan untuk memasok kebutuhan dalam negeri dalam upaya mengatasi defisit gas di sejumlah wilayah. "Jadi kalau melihat permintaan ke depan, pembangunan infrastruktur gas masih feasible untuk dilakukan," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Teken 4 Perjanjian Jual Beli Gas dan LNG di IPA Convex 2026
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Bahlil Pastikan Tak...
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemangkasan Kuota Ekspor Gas KKKS
PGN Amankan Kesepakatan...
PGN Amankan Kesepakatan Strategis Pasokan Gas Bumi di IPA Convex 2026
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved