Wapres Harap Perluasan Relaksasi PPnBM Berikan Efek Pengganda

Selasa, 06 April 2021 - 13:07 WIB
loading...
Wapres Harap Perluasan...
Wakil Presiden (Wapres) KH Maruf Amin. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah memperluas relaksasi pajak pembelian mobil untuk mendorong permintaan kelas menengah. Relaksasi tersebut diberikan melalui pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM ) bagi mobil baru dengan kapasitas mesin 1.500 cc hingga 2.500 cc.

"Kebijakan ini telah berhasil mendorong penjualan mobil, sehingga saat ini pemerintah memperluas relaksasi PPnBM untuk kendaraan di atas 1.500 cc," kata Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin dalam acara Forum Indonesia Bangkit yang mengangkat tema "Strategi Sektor Kesehatan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi", Selasa (6/4/2021). Baca Juga: Kena Diskon PPnBM, Harga Innova dan Fortuner Turun Lumayan

Sebelumnya pada awal Maret lalu, insentif pajak tersebut diberikan kepada mobil tertentu dengan kapasitas hingga 1.500 cc. Kemudian Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memperluas insentif ini untuk mobil dengan kapasitas dari 1.500 cc hingga 2.500 cc. Baca Juga: APM Menanti Aturan Sri Mulyani Soal PPnBM Mobil CC Besar

Wapres berharap perluasan ini dapat memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap sektor-sektor terkait. "Harapannya dengan kebijakan ini, akan memberikan multiplier effect terhadap sektor-sektor usaha ikutannya. Mulai dari pemasok suku cadang, retail, pembiayaan, hingga industri asuransi," ujarnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB-P2 2025 Sudah Terbit,...
PBB-P2 2025 Sudah Terbit, Begini Cara Cek dan Bayar Lewat Pajak Online
Daftar Mobil Hybrid...
Daftar Mobil Hybrid yang Bakal Kecipratan Insentif Diskon Pajak 3% Mulai 2025
Pemerintah Beri Diskon...
Pemerintah Beri Diskon Pajak Pembelian Rumah Seharga Sampai Rp5 Miliar
Insentif PPN DTP Akan...
Insentif PPN DTP Akan Diperpanjang, Menko Airlangga Beberkan Alasannya
Wapres Akui Pembangunan...
Wapres Akui Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia Belum Merata
Gaet Produsen EV Dunia,...
Gaet Produsen EV Dunia, Insentif PPnBM DTP dan Impor Kendaraan Listrik Diberikan hingga 2025
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap, Simak Jadwal dan Besarannya
Jurang Antara Target...
Jurang Antara Target dan Realita: Gaikindo Ngotot Tembus 900 Ribu Unit, Berharap Obat Mujarab dari Pemerintah
Rekomendasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Hati-hati, Ini 5 Efek...
Hati-hati, Ini 5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved