Pakar Internasional Ini Sebut Harga Minyak Bisa Capai USD75 Tahun Ini
Rabu, 21 April 2021 - 15:15 WIB
loading...
Harga minyak dunia diyakini bisa melambung ke angka USD75 per barel tahun ini jika ekonomi dunia pulih dari krisis pandemi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Permintaan dan pasokan di pasar dinilai membuat harga minyak dalam waktu satu tahun ini kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran saat ini. Namun, harga minyak diyakini bisa mencapai USD75 per barel jika negara-negara di dunia pulih dari krisis Covid-19 .
"Jika kita benar-benar membuat seluruh dunia pulih, saya pikir masuk akal untuk berpikir bahwa minyak akan berada dalam kisaran USD60 hingga USD75 (per barel)," kata pakar perminyakan Dan Yergin seperti dilansir CNBC, Rabu (21/4/2021). "Itulah yang dikatakan pasar kepada kami saat AS mulai pulih, dan China telah pulih," tambah Wakil Ketua IHS Markit itu.
Baca Juga: Permintaan Meningkat, Harga Minyak Bertahan Dekat Level Tertinggi Sebulan
Minyak mentah berjangka Brent naik 1,33% pada Selasa (20/4) sore di Asia diperdagangkan pada USD67,94 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS naik 1,28% menjadi USD64,19.
Seorang pedagang bahkan menilai harga minyak berpotensi melonjak hingga USD100 per barel. Sementara perspektif Yergin adalah bahwa banyak pasokan masih offline, dan dapat memenuhi lonjakan permintaan seiring pemulihan ekonomi global.
"Jika kita benar-benar membuat seluruh dunia pulih, saya pikir masuk akal untuk berpikir bahwa minyak akan berada dalam kisaran USD60 hingga USD75 (per barel)," kata pakar perminyakan Dan Yergin seperti dilansir CNBC, Rabu (21/4/2021). "Itulah yang dikatakan pasar kepada kami saat AS mulai pulih, dan China telah pulih," tambah Wakil Ketua IHS Markit itu.
Baca Juga: Permintaan Meningkat, Harga Minyak Bertahan Dekat Level Tertinggi Sebulan
Minyak mentah berjangka Brent naik 1,33% pada Selasa (20/4) sore di Asia diperdagangkan pada USD67,94 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS naik 1,28% menjadi USD64,19.
Seorang pedagang bahkan menilai harga minyak berpotensi melonjak hingga USD100 per barel. Sementara perspektif Yergin adalah bahwa banyak pasokan masih offline, dan dapat memenuhi lonjakan permintaan seiring pemulihan ekonomi global.
Lihat Juga :