Saat Dunia Terhenti Akibat Pandemi, Tas Birkin Cetak Rekor Harga Lagi

loading...
Saat Dunia Terhenti Akibat Pandemi, Tas Birkin Cetak Rekor Harga Lagi
Tas Birkin dari Hermes kembali mencetak rekor harga, membuktikan para super kaya tak peduli dengan pandemi. Foto/Ilustrasi
NEW YORK - Orang-orang super kaya seolah hidup di dunia yang berbeda. Pandemi Covid-19 yang nyaris melumpuhkan ekonomi dunia, tak mampu membuat orang-orang kaya berhenti belanja barang super mewah idamannya.

Hal itu antara lain ditunjukkan oleh permintaan akan tas tangan Hermès Birkin - yang tidak surut akibat pandemi global - bahkan sebaliknya, bertambah lebih banyak lagi hingga memecahkan rekor harga.

Baca Juga: Tas Hermes Syahrini Seharga Rp1,8 Miliar Ini Hanya Ada 100 di Dunia

Mengutip CNN.com, Sabtu (15/5/2021), tas-tas super mewah itu justru mencetak rekor premium di era pandemi. Rumah lelang Christie's menyatakan bahwa salah satu dari dua tas terlaris dalam sejarah adalah Birkin yang terbuat dari kulit buaya dengan harga hampir USD390.000 (sekitar Rp5,5 miliar) pada bulan November (yang lainnya adalah tas Kelly, juga dari Hermès, yang dijual dengan harga hampir USD450.000 atau sekira Rp6,4 miliar).

"Di reseller Privé Porter, premi saat ini adalah 50% sampai 100% dari harga eceran, kecuali untuk beberapa versi kolektor, yang bisa mencapai 10 kali lipat harga eceran," kata Direktur Pelaksana Perusahaan Jeffrey Berk.



Tas birkin, yang dijual mulai dari USD9.000 (sekitar Rp128 juta) hingga lebih dari USD500.000 (sekitar Rp7,1 miliar), dibuat oleh perusahaan barang mewah Prancis, Hermès.

Baca Juga: Dapat Julukan Sultan Cinere dari Netizen, Ashanty Posting Tas Hermesnya Rp172 Juta

Hermès hanya memproduksi dalam jumlah terbatas untuk dijual setiap tahun. Mendapatkan Birkin langsung dari pembuatnya adalah hal yang sulit - yang sering dicapai melalui status selebritas atau setidaknya, sejarah pengeluaran bersama Hermès.

Permintaan untuk Birkins yang tidak juga melambat disebut sebagai indikasi lain dari ekonomi dua jalur di Amerika Serikat. Sementara negara kehilangan jutaan pekerjaan tahun lalu, sebagian besar orang terkaya sama sekali tidak terpengaruh secara ekonomi ataupun mengubah cara mereka membelanjakan uangnya.

"Pelanggan tas Birkin atau Kelly tiba-tiba tidak bisa bepergian, membeli rumah atau Bentley. Tapi dia punya banyak uang dan perlu membelanjakannya untuk kesenangan," kata Berk.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top