Simak 'Tausiyah' Erick Thohir di Masjid At Thohir Los Angeles

loading...
Simak Tausiyah Erick Thohir di Masjid At Thohir Los Angeles
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengharapkan masjid At Thohir di Los Angeles, Amerika Serikat , tak hanya menjadi rumah ibadah semata. Seyogyanya bisa menjadi tempat berdialektika perihal isu-isu ekonomi.

Pernyataan tersebut dia sampaikan saat menyambangi masjid yang digadang-gadang menjadi pusat kegiatan umat muslim Indonesia di Los Angeles atau Indonesia Muslim Community Center.

Baca juga:Kembangkan Potensi Daerah, Pemkab Blora Gandeng Milenial

“Saya harap dengan adanya community center, kalau bisa jadi tempat diskusi. Meningkatkan agar diaspora berdiskusi mengenai ekonomi juga,” ujar Erick melalui akun Instagramnya @erickthohir dikutip Minggu, (16/5/2021).



Dari video yang diunggahnya, mantan Bos Inter Milan itu tengah berdialog dengan imam dan bendahara masjid At Thohir. Dalam kesempatan itu, dia mengutarakan harapannya agar Indonesia Muslim Community Center menjadi pusat diaspora bagi umat Islam di kawasan tersebut.

Erick dan sejumlah petinggi BUMN memang berada di AS saat Lebaran Idul Fitri 2021. Kunjungan mereka di negara Paman Sam itu untuk menjajaki kerja sama, baik di bidang energi, kesehatan, maupun investasi.

Di bidang energi, Kementerian BUMN melalui PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, telah melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Air Products & Chemical Inc. (Air Products) dalam proyek strategis nasional gasifikasi batu bara.

Kerja sama dilakukan Pertamina dengan ExxonMobil di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang ditujukan untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya enhance oil and gas recovery di sumur-sumur Pertamina.

Baca juga:Israel dan Hamas Berlomba Mengeklaim Kemenangan Perang Gaza

Untuk sektor investasi, Menteri BUMN melakukan pertemuan dengan beberapa private equities yang berbasis di California untuk menarik investasi ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) Sovereign Wealth Fund.



Sementara di sektor kesehatan, pemerintah fokus pada kolaborasi antara holding rumah sakit BUMN, Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dengan sejumlah institusi kesehatan terkemuka di AS.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top