Ironis! Industri Hasil Tembakau Bukannya Dikasih Ruang Tapi Terus Dikebiri
Kamis, 10 Juni 2021 - 21:54 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memberikan ruang bagi Industri Hasil Tembakau (IHT) untuk berkembang tapi malah dikebiri. Padahal IHT adalah industri yang menyerap tenaga kerja cukup banyak, kontribusinya cukup besar pada negara.
"Bagaimana tidak, sekitar Rp170 triliun telah masuk ke kantor negara lewat cukai. Tapi ironisnya, industri ini tidak pernah diberi ruang yang cukup untuk berkembang bahkan terus dimarginalkan lewat revisi PP 109/2012," ujar Ketua umum AMTI Budidoyo saat konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Revisi PP Tembakau Bisa Bikin Hancur Harga Petani
Ia menandaskan bahwa rencana revisi PP 109/2012 yang menekan IHT dari hulu ke hilir. Menurut dia ada pendanaan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing untuk mendesak revisi PP 109/2012 dilakukan. "Ramai diberitakan, banyak organisasi anti tembakau di Indonesia yang mendapat kucuran dana dari LSM asing. Kalau dulu kucuran dananya secara langsung, sekarang lewat The Union," kata dia.
Dia mengatakan, LSM asing memiliki kepentingan sendiri di balik kampanye antirokok. Adapun kepentingannya terkait usaha farmasi. "Jadi ini pertentangan antar-industri. Makanya mereka akan terus menyuarakan itu dan disebar ke banyak negara untuk pada akhirnya meniadakan tembakau," jelasnya.
"Bagaimana tidak, sekitar Rp170 triliun telah masuk ke kantor negara lewat cukai. Tapi ironisnya, industri ini tidak pernah diberi ruang yang cukup untuk berkembang bahkan terus dimarginalkan lewat revisi PP 109/2012," ujar Ketua umum AMTI Budidoyo saat konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Revisi PP Tembakau Bisa Bikin Hancur Harga Petani
Ia menandaskan bahwa rencana revisi PP 109/2012 yang menekan IHT dari hulu ke hilir. Menurut dia ada pendanaan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing untuk mendesak revisi PP 109/2012 dilakukan. "Ramai diberitakan, banyak organisasi anti tembakau di Indonesia yang mendapat kucuran dana dari LSM asing. Kalau dulu kucuran dananya secara langsung, sekarang lewat The Union," kata dia.
Dia mengatakan, LSM asing memiliki kepentingan sendiri di balik kampanye antirokok. Adapun kepentingannya terkait usaha farmasi. "Jadi ini pertentangan antar-industri. Makanya mereka akan terus menyuarakan itu dan disebar ke banyak negara untuk pada akhirnya meniadakan tembakau," jelasnya.
Lihat Juga :