Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Indonesia Harus Contoh China

Jum'at, 25 Juni 2021 - 09:27 WIB
loading...
Hadapi Lonjakan Kasus...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19 , pemerintah menyatakan bahwa pemberlakuan PPKM mikro adalah jalan terbaik. Skenario itu diyakini bisa mencegah penyebaran Covid-19, sekaligus menjaga kelangsungan ekonomi.

Namun, cara itu banyak ditentang oleh sejumlah kalangan, baik ahli kesehatan maupun ekonom. Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa skenario terbaik adalah lockdown selama 14 hari.

"Skenario lockdown relatif lebih murah baik dari sisi ekonomi maupun anggaran dibanding PPKM mikro," ucap Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Jumat(25/6/2021).

Baca juga:Mark Hoppus Blink-182 Idap Kanker, Sudah 3 Bulan Kemoterapi

Dia menyebutkan, lockdown memang menurunkan ekonomi pada kuartal III, tetapi jika dilakukan pengawasan efektif maka kuartal IV ekonomi Indonesia bisa tumbuh solid.

"Seperti China yang melakukan lockdown, ekonominya sempat turun -6,8% pada kuartal I 2020, tapi positif di kuartal ke II sebesar 3,2% dan berlanjut hingga terakhir kuartal I 2021 ekonomi China tumbuh menakjubkan sebesar 18,3%," ungkapnya.

Sementara itu, sambung Bhima, uji coba PPKM yang existing menimbulkan optimisme pemulihan yang semu. Masyarakat masih tetap bisa makan di tempat restoran meski ada pembatasan maksimal 25% dan jam 8 malam. Makanya cara-cara ini dianggap tidak efektif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
BUMN Berkontribusi Dongkrak...
BUMN Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Bank Mandiri Ramal Ekonomi...
Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Kuartal II Melambat Tak Sampai 5,6%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Rekomendasi
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Timnas Indonesia vs Timnas China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved