Perpanjangan PPKM Darurat, Ekonomi Kuartal III Bisa Merosot di Bawah 3%

Sabtu, 17 Juli 2021 - 15:16 WIB
loading...
Perpanjangan PPKM Darurat,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendi menyatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat akan diperpanjang hingga akhir Juli 2021. Langkah ini tentunya akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2021 akan menurun hingga di bawah 3% jika PPKM darurat diperpanjang.

Sebelumnya, kata Faisal, untuk pertama kalinya di masa pandemi ini pertumbuhan ekonomi RI diproyeksikan akan positif di kuartal II/2021, di mana pemerintah memasang target pertumbuhan 7-8%.

"Tapi prediksi kami sekitar 4-5 % dan itu tinggi dibanding kuartal sebelumnya. Kalau (PPKM darurat) diberlakukan lagi, ini akan merosot lagi, bisa jadi lebih rendah dari 3% (di kuartal III/2021),” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Pedagang di Mal Putar Otak Jualan di Pinggir Jalan dan Banting Harga

Sebagai informasi, pemerintah berencana mengumumkan capaian pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 pada 5 Agustus mendatang. Adapun PPKM darurat ini pengaruhnya akan terlihat pada pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021, di mana pemerintah memperkirakan ekonomi hanya tumbuh 4% atau lebih rendah dari proyeksi sebelum PPKM darurat sebesar 6,5%.

Lebih lanjut, Faisal mengatakan penerapan PPKM darurat berdampak langsung terhadap perekonomian dan sektor-sektor yang terkena pembatasan akan semakin merosot signifikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Dekati 6%, Purbaya Ungkap Fokus Utama Pemerintah
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi...
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran
RI Lepas dari Kutukan...
RI Lepas dari Kutukan Ekonomi 5%, Purbaya Ngak Stress Lagi
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Jebakan Pertumbuhan...
Jebakan Pertumbuhan 5 Persen
Tekanan Fiskal dan Belanja...
Tekanan Fiskal dan Belanja Berkualitas
Rekomendasi
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved