Pemerintah Diminta Perhatikan Data Stok Ikan agar Penangkapan Tak Ngasal
Senin, 23 Agustus 2021 - 13:39 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnaskajiskan) mengungkap, ikan jenis karang sudah mengalami penangkapan berlebihan sehingga pemerintah diminta untuk selalu melihat ketersediaan data stok ikan. Jenis ikan yang sudah tereksploitasi di antaranya kelompok demersial termasuk kakap dan kerapu .
Ketua Komnaskasjikan, Indrajaya, mengatakan sebenarnya ada batas tertentu untuk penangkapan ikan. Jika batasan itu tidak diantisipasi dan dikelola, bisa saja kolaps.
"Yang kita lakukan adalah menahan tekanan tersebut agar stok (ikan) sebisa mungkin kembali ke target awal," katanya dalam Webinar Optimasi Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Terukur dan Kolaboratif oleh TLFF Indonesia di Jakarta, Senin (23/8/2021).
Baca juga: Setubuhi Paksa Gadis Manado Hingga Hamil, Pemuda Ini Dilaporkan Polisi
Mengutip data Komnaskajiskan, penangkapan ikan karang termasuk ikan kerapu sudah tereksploitasi berlebihan di tujuh wilayah pengelolaan perikanan (WPP), yakni WPP 573, WPP 572, WPP 713, WPP 714, WPP 717, WPP 715, dan WPP 716.
Ketua Komnaskasjikan, Indrajaya, mengatakan sebenarnya ada batas tertentu untuk penangkapan ikan. Jika batasan itu tidak diantisipasi dan dikelola, bisa saja kolaps.
"Yang kita lakukan adalah menahan tekanan tersebut agar stok (ikan) sebisa mungkin kembali ke target awal," katanya dalam Webinar Optimasi Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Terukur dan Kolaboratif oleh TLFF Indonesia di Jakarta, Senin (23/8/2021).
Baca juga: Setubuhi Paksa Gadis Manado Hingga Hamil, Pemuda Ini Dilaporkan Polisi
Mengutip data Komnaskajiskan, penangkapan ikan karang termasuk ikan kerapu sudah tereksploitasi berlebihan di tujuh wilayah pengelolaan perikanan (WPP), yakni WPP 573, WPP 572, WPP 713, WPP 714, WPP 717, WPP 715, dan WPP 716.
Lihat Juga :