Jejak Bambang Brodjo, Mantan Menteri yang Jabat Komisaris 6 Perusahaan Sekaligus

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 21:08 WIB
loading...
Jejak Bambang Brodjo,...
Sejumlah mantan menteri dan wakil menteri di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjabat sebagai komisaris di beberapa perusahaan. Salah satunya yakni Bambang Brodjonegoro. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sejumlah mantan menteri dan wakil menteri di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) , baik di periode pertama ataupun kedua menjabat sebagai komisaris di beberapa perusahaan. Salah satunya yakni Bambang Brodjonegoro .

Mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyandang posisi komisaris di beberapa perusahaan. Diketahui, Bambang menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Baca Juga: Sesmenko PMK Rangkap Jabatan Jadi Komisaris Jasa Marga, Intip Tugasnya

Kemudian, dia juga menjadi Komisaris Utama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan Komisaris Independen Astra Internasional Tbk (ASII). Selain itu, Bambang juga diangkat sebagai Komisaris Independen PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) pada bulan Juli lalu.

Terbaru, Bambang Brodjo resmi diangkat menjadi Komisaris Independen PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Adapun hal itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada, Jumat (27/8/2021).

Sementara pada awal Juli 2021, Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) ini dipercaya memegang posisi Komisaris Utama PT Oligo Infrastruktur Indonesia, perusahaan swasta yang bergerak di bidang investasi sektor infrastruktur.

Sebagai informasi pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju. Bambang Brodjonegoro resmi dilantik pada 23 Oktober 2019 dan diberhentikan pada 28 April 2021 setelah penggabungan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Bambang Brodjonegoro dipercaya sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dari 27 Juli 2016 hingga 20 Oktober 2019, sebelumnya di kabinet yang sama dia adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja yang menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016.

Sedangkan pada Kabinet Indonesia Bersatu II, ia merupakan Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menyelesaikan pendidikan formal tingkat Strata 1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada 1990.

Konsentrasi bidang studi yang ditekuni adalah Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional. Setahun berikutnya, Brodjonegoro melanjutkan pendidikan formal tingkat magister (1991-1993) pada University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat, sekaligus melanjutkan program doktoral di universitas yang sama hingga 1997.

Bambang Brodjonegoro dikenal baik di dalam maupun di luar kalangan akademik. Sebagai akademisi, kariernya dimulai sebagai staf pengajar di FE - UI hingga merangkak naik menjadi Ketua Jurusan Ekonomi hingga Dekan Fakultas Ekonomi, UI.

Kepakaran dan keluasan pengalaman di bidang ekonomi, khususnya terkait desentralisasi wilayah, membuat Brodjonegoro sering diundang sebagai dosen atau guru besar tamu bagi banyak universitas di dalam dan luar negeri.

Pada tahun 2006, ia dikukuhkan menjadi guru besar UI setelah 9 tahun mengajar di kampus tersebut (atau 7 tahun sejak ia menjadi Pegawai Negeri Sipil). Hal tersebut menjadikannya salah satu guru besar berusia muda. Pada tahun 2007, ia sempat mendaftar menjadi bakal calon rektor UI.

Di luar dunia akademik, nama Bambang Brodjonegoro juga dikenal mulai dari tingkat pasar modal hingga pemerintahan. Pria yang juga aktif dalam berbagai organisasi sosial ini sangat tidak asing dengan banyak Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) seperti PT. PLN, PT. ANTAM, PT. TELKOM, dan lain-lain.

Kepakarannya dalam bidang Ekonomi Pembangunan, khususnya wilayah perkotaan, membuat banyak perusahaan dan lembaga pemerintah memberi kepercayaan untuk duduk sebagai dewan komisionaris dan atau konsultan independen.

Selain Bambang Brodjo, ada juga mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara yang menyandang posisi komisaris di beberapa perusahaan. Rudiantara menyandang sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan Wakil Presiden Komisaris PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Baca Juga: Eks Menristek Bambang Brodjonegoro Jabat Komisaris Utama Telkom

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada Rabu (29/7) lalu menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta. Pada RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Rudiantara sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen yang baru untuk periode sampai dengan penutupan RUPST 2023.

Selain itu, Rudiantara juga ditetapkan sebagai Komisaris Utama (Komut) Amartha Group, yakni sejak 1 Juli 2021. Sebagai informasi, Amartha merupakan perusahaan teknologi finansial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan ekonomi informal di desa.

Menkominfo periode 2014-2019 itu menetapkan misinya mendorong dan memperkuat Amartha dalam mempercepat digitalisasi pelaku usaha mikro sektor informal di Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Pakar Ingatkan Risiko...
Pakar Ingatkan Risiko Kriminalisasi Profesional terhadap Reformasi BUMN
Telkom Angkat Direktur...
Telkom Angkat Direktur dan Komisaris Baru, Ini Daftar Susunannya
Mardigu dan Helmy Yahya...
Mardigu dan Helmy Yahya Gagal jadi Komisaris BJB, Ini Alasannya
Purnawirawan TNI Glenny...
Purnawirawan TNI Glenny Kairupan Didapuk Jadi Dirut Baru Garuda Indonesia
Rombak Jajaran Direksi...
Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Pelindo Hapus Jabatan Wadirut
Aliansi Ormas Islam...
Aliansi Ormas Islam Minta Ade Armando hingga Grace Natalie Dipecat dari Kursi Komisaris BUMN
Sekda DKI Uus Kuswanto...
Sekda DKI Uus Kuswanto Ditunjuk Jadi Komisaris PT MRT Jakarta
Kabar Duka, Mantan Menhan...
Kabar Duka, Mantan Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved