Sikapi Penurunan PNB per Kapita, Undip dan 3 PTN di Jateng Beri 6 Rekomendasi

Kamis, 16 September 2021 - 17:09 WIB
loading...
Sikapi Penurunan PNB...
Webinar bertema Pekerjaan Kelas Menengah: Fakta dan Potensi bagi Ekonomi Indonesia yang digelar Undip, Unnes, UNS dan Unsoed pada Rabu (15/9/2021). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Bank Dunia menurunkan status Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income country), setelah sebelumnya pada tahun 2019 mencapai status negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income country).

Bank Dunia dalam laporannya yang diperbaharui setiap bulan Juli mengungkapkan, penurunan status Indonesia terjadi karena turunnya pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita pada tahun 2020. Pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia yang pada 2019 sebesar USD4.050 turun menjadi USD3.870 pada tahun 2020. Fakta ini tentunya menjadi tantangan yang besar bagi Indonesia.

Baca Juga: Hindari Jebakan Negara Berpendapatan Menengah, Tapi RI Masih Sebatas Berkembang

Merespons fakta tersebut, Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Jendral Soedirman (Unsoed), menggelar webinar pada Rabu (15/9). Webinar yang mengambil tema "Pekerjaan Kelas Menengah: Fakta dan Potensi Bagi Ekonomi Indonesia" ini dihadiri oleh Dekan FEB Undip Prof. Dr. Suharnomo, M.Si serta menghadirkan narasumber dari Bank Dunia Maria Monica Wihardja, Ph.D., dan Guru Besar FEB Undip Prof. Dr. FX. Sugiyanto, M.S.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Undip Suharnomo menjelaskan penurunan pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

"Penurunan ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan ekonomi Indonesia terkontraksi -2,07% pada tahun 2020. Bappenas sendiri sebelum pandemi memproyeksikan pendapatan per kapita Indonesia bisa mencapai USD4.500 pada tahun 2020," jelas Suharnomo dalam siaran pers yang diterima, Kamis (16/9/2021).

Suharnomo menambahkan, terdapat banyak faktor yang menentukan level pendapatan per kapita sebuah negara, salah satunya adalah keberadaan dan kualitas pekerjaan kelas menengah. Keberadaan pekerjaan kelas menegah di Indonesia jika dikaitkan dengan struktur ketenagakerjaan yang ada saat ini masih belum kompetitif dan belum sepenuhnya siap mendukung akselerasi sektor ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Gali Ide Inovatif Gen-Z,...
Gali Ide Inovatif Gen-Z, Pegadaian Semarang Luncurkan Business Case Competition 2026 di UNNES
Dunia Siaga! Bank Dunia...
Dunia Siaga! Bank Dunia Peringatkan Guncangan Pasokan Energi Terparah dalam Sejarah Resmi Dimulai
Bos Bank Dunia Peringatkan...
Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan
Unsoed Gandeng IDCloudHost...
Unsoed Gandeng IDCloudHost Bangun Private Cloud, Perkuat Kedaulatan Data Kampus
10 Jurusan Paling Diminati...
10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4, K3 UNS Teratas
Mahasiswa UNS Antre...
Mahasiswa UNS Antre Coba Simulasi Reporter Televisi di iNews Campus Connect 2026
Rekomendasi
Mac and Cheese Kian...
Mac and Cheese Kian Digemari Anak Muda, Macaroni Holic Hadirkan Rasa Creamy ala Kafe
KPK Tahan Tersangka...
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved