China Kirim Proposal Minta Gabung Perjanjian Dagang Trans-Pasifik

loading...
China Kirim Proposal Minta Gabung Perjanjian Dagang Trans-Pasifik
China telah mengajukan proposal untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), usai AS keluar. Foto/Dok
BEIJING - China telah mengajukan proposal untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) . Kementerian Perdagangan ekonomi kedua terbesar dunia itu menerangkan, langkah ini sebagai upaya meningkatkan pengaruh China dalam perdagangan global.

Menteri Perdagangan Wang Wentao mengajukan proposal China untuk bergabung dengan perjanjian perdagangan bebas yang disampaikan dalam sebuah surat kepada Menteri Perdagangan Selandia Baru, Damien O'Connor. Hal ini disampaikan Kementerian China dalam sebuah pernyataan tengah pekan.

Baca Juga: 7 Negara Siap Investasi Baterai Listrik di Indonesia, China Sudah Teken

CPTPP sendiri telah ditandatangani oleh 11 negara termasuk Australia, Kanada, Chili, Jepang dan Selandia Baru pada tahun 2018. Sebelum berganti nama, CPTPP dikenal dengan sebutan Trans-Pacific Partnership (TPP) dan dipandang sebagai penyeimbang ekonomi penting bagi pengaruh regional China.



Jepang, sebagai Ketua CPTPP tahun ini mengatakan, bakal berkonsultasi dengan negara-negara anggota untuk menanggapi permintaan China. Tetapi Ia tidak memberikan sinyal, kapan waktu yang tepat hal itu dilakukan.

"Jepang percaya bahwa perlu waktu untuk menentukan apakah China, yang mengajukan permintaan bergabung dengan TPP-11, siap untuk memenuhi standar yang sangat tinggi," kata Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura kepada wartawan pada hari Jumat.

TPP dikenal juga sebagai pusat poros strategis Mantan Presiden AS Barack Obama ke Asia tetapi penggantinya, Donald Trump menarik Amerika Serikat dari pakta tersebut pada 2017. Aksesi ke CPTPP akan menjadi dorongan besar bagi China setelah penandatanganan perjanjian perdagangan bebas Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) 15 negara tahun lalu.

Beijing telah melobi untuk dimasukkan dalam pakta perdagangan tersebut, termasuk dengan menyoroti bahwa ekonomi China dan Australia memiliki potensi kerja sama yang sangat besar. Namun hubungan antara kedua negara telah memburuk belakangan ini.

Baca Juga: Hati-hati Melangkah dalam Perdagangan Bebas ASEAN Plus, Bisa-bisa RI Cuman Jadi Pasar
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top