Luhut Tantang Pengkritik Utang Negara untuk Diskusi
Rabu, 03 Juni 2020 - 16:06 WIB
loading...
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menantang pengkritik utang negara untuk melakukan diskusi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menantang pengkritik utang negara untuk melakukan diskusi. Ia menegaskan, utang Indonesia terbilang masih rendah apabila dibandingkan dengan negara lain yang juga terdampak pandemi corona atau Covid-19.
"Jadi kalau ada yang mengkritik kami, sini saya juga pengin ketemu. Jadi jangan di media sosial saja. Jadi kalau ada yang merasa punya angka, silahkan diskusi. Saya tentara walaupun bukan lulusan ekonomi, saya bisalah jawab itu. Saya mengerti juga, banyak belajar dari anak-anak muda. Tapi, jangan rakyat dibohongin dengan utang besar. Kita utang produktif," ujarnya melalui diskusi virtual, Jakarta.
(Baca Juga: Luhut: Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Butuh Waktu 5 Tahun )
Lebih lanjut Ia menerangkan, utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) masih rendah ketimbang negara-negara lainnya, seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Jepang. "Kalau kita bicara utang, utang kita sudah dihitung. Memang ini meningkat 6,2% to GDP dan itu termasuk paling rendah dibandingkan dengan negara lain," ujarnya.
Dia membandingkan Indonesia dengan Singapura. Pasalnya, negara tetangga tersebut mengalami pelebaran defisit hingga 100%. Begitu pula dengan Amerika dan Jepang yang harus menarik utang besar demi menjaga agar rakyat dan perekonomian tidak terpengaruh besar oleh penyebaran Virus Corona.
"Jadi kalau ada yang mengkritik kami, sini saya juga pengin ketemu. Jadi jangan di media sosial saja. Jadi kalau ada yang merasa punya angka, silahkan diskusi. Saya tentara walaupun bukan lulusan ekonomi, saya bisalah jawab itu. Saya mengerti juga, banyak belajar dari anak-anak muda. Tapi, jangan rakyat dibohongin dengan utang besar. Kita utang produktif," ujarnya melalui diskusi virtual, Jakarta.
(Baca Juga: Luhut: Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Butuh Waktu 5 Tahun )
Lebih lanjut Ia menerangkan, utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) masih rendah ketimbang negara-negara lainnya, seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Jepang. "Kalau kita bicara utang, utang kita sudah dihitung. Memang ini meningkat 6,2% to GDP dan itu termasuk paling rendah dibandingkan dengan negara lain," ujarnya.
Dia membandingkan Indonesia dengan Singapura. Pasalnya, negara tetangga tersebut mengalami pelebaran defisit hingga 100%. Begitu pula dengan Amerika dan Jepang yang harus menarik utang besar demi menjaga agar rakyat dan perekonomian tidak terpengaruh besar oleh penyebaran Virus Corona.
Lihat Juga :