Sistem Warisan Belanda Ini Efektif Halau Banjir dari PIK2

Selasa, 19 Oktober 2021 - 18:06 WIB
Sistem Warisan Belanda Ini Efektif Halau Banjir dari PIK2
Kawasan PIK2 menerapkan Sistem Polder yang diadaptasi dari Belanda sebagai sistem pengelolaan air dan pencegahan banjir. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Banjir akibat penurunan muka tanah dan kenaikan air laut selalu menjadi isu yang kerap diangkat untuk daerah Jakarta dan Pantai Utara Jawa. Namun, kekhawatiran akan tenggelamnya suatu wilayah ternyata bisa dihindari dengan penerapan sistem anti banjir yang sudah sejak lama diterapkan di Belanda.

Hal itu sempat diungkap Ketua Lembaga Riset Kebencanaan Ikatan Alumni ITB Heri Andreas dalam webinar "Jakarta Tenggelam, Kupas Tuntas Statement Presiden Amerika" beberapa waktu lalu. Heri menjelaskan, solusi tersebut adalah Sistem Polder yang telah diterapkan selama kurang lebih 200 tahun di Belanda yang 60% daratannya berada di bawah permukaan laut.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Jakut Siagakan 20 Unit Mobil Pompa

Sistem Polder adalah sistem yang menggabungkan tanggul, danau, dan pompa. Cara kerjanya terbilang sederhana yakni membangun tanggul mengelilingi suatu kawasan yang dapat menahan permukaan air laut yang meningkat.



Selanjutnya, jika muka air di dalam kawasan meningkat, misalnya saat curah hujan tinggi, maka kelebihan air akan disalurkan ke dalam danau-danau yang ada di dalam kawasan, dan kemudian dipompa ke laut. Dengan memanfaatkan dua metode ini, jalanan di dalam kawasan tidak akan perlu ditinggikan 1 cm pun.

Contoh sukses penerapan Sistem Polder ini di Indonesia adalah di PIK1 dan PIK2 yang dirancang oleh konsultan PT Witteveen Bos Indonesia. "Kawasan PIK2 menggunakan Sistem Polder, sehingga dijamin memiliki ketahanan terhadap banjir yang tinggi," ungkap Deputy Director PT Witteveen Bos Indonesia, Sawarendro dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/10/2021).

Terkait penjelasan di atas, keberadaan danau di dalam kawasan menurutnya sangat penting. Itu pula yang mendasari keberadaan danau yang luas di dalam Kawasan Pasir Putih Residences PIK2.

Kawasan Pasir Putih Residences PIK2 memiliki luas sekitar 150 hektare (ha). Lebih dari 10% areanya didedikasikan sebagai area penampungan air, tepatnya sekitar 16,2 ha area berupa danau yang tidak hanya menjadi penampungan air, tapi juga didesain dengan eksklusif dengan hamparan pasir putih di sepanjang pinggir danau.

Baca Juga: Ketum PBSI Apresiasi Pembangunan Fasilitas Bulu Tangkis di PIK2

Tak hanya itu, pengembang juga melengkapi danau ini dengan beragam fasilitas penunjang lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi warga seperti jogging dan bicycle track yang menyambung hingga ke clubhouse, gazebo, boardwalk, floating deck, children playground, dan waterplay area.

Dengan begitu, danau yang berada di dalam kawasan Pasir Putih Residences PIK2 ini memiliki fungsi ganda, sebagai bagian penting dari sistem pengelolaan air dan pencegahan banjir serta yang sebagai fasilitas dan sarana rekreasi penghuni.

Hal ini disebut patut untuk diterapkan oleh kawasan residensial lainnya di Indonesia, yang memperhatikan dengan teliti dan seksama sistem pengelolaan air yang baik, sehingga mampu menekan risiko banjir serendah mungkin.
(fai)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2674 seconds (11.210#12.26)