Kinerja Industri Manufaktur Meningkat 57,2, Tanda-tanda Bisnis Mulai Bangkit

Senin, 01 November 2021 - 16:27 WIB
loading...
Kinerja Industri Manufaktur Meningkat 57,2, Tanda-tanda Bisnis Mulai Bangkit
Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat 57,2 di Oktober 2021. FOTO/Ilustrasi/ANTARA/Aloysius Djarot Nugroho
A A A
JAKARTA - Kinerja industri manufaktur (Purchasing Managers Index/PMI) bulan Oktober 2021 mengalami peningkatan. PMI Manufaktur meningkat di angka 57,2 setelah sebelumnya berada pada 52,2 pada September 2021.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan peningkatan tersebut menggambarkan kondisi seluruh sektor dunia usaha terus mengalami perbaikan. Hal itu di dorong adanya pelonggaran pembatasan aktivitas. "Output dan permintaan baru, mencatatkan rekor di bulan Oktober seiring dengan membaiknya situasi Covid-19," kata dia melalui pernyataan resmi, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi -2,07%, BKF: Tren Pemulihan Ekonomi Berlanjut

Menurut dia permintaan yang menguat membuat perusahaan manufaktur memperluas kapasitas operasi dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja untuk pertama kali dalam empat bulan. Namun demikian, akumulasi penumpukan kerja masih sedikit meningkat karena kenaikan tenaga kerja belum dapat menutupi tingginya kenaikan permintaan.

Begitu juga stok barang turun karena tingginya permintaan belum dibarengi dengan kenaikan input. Ia mengatakan kurangnya pasokan menyebabkan terjadinya inflasi input dalam delapan tahun terakhir disebabkan kenaikan biaya bahan baku. Meski begitu, permintaan ekspor masih mengalami kontraksi akibat pembatasan di sejumlah negara dan hambatan shipping. "Kenaikan inflasi input ini membuat perusahaan meneruskan sebagian beban biaya kepada klien sehingga biaya output juga tercatat meningkat, meski lebih lambat dibandingkan September," kata dia.

Namun secara umum, imbuhnya, sentimen bisnis secara keseluruhan membaik didorong harapan pemulihan situasi Covid-19. Sebab itu, pemerintah mendorong penanganan Covid-19 dan vaksinasi agar kasus terus terkendali terutama dengan menjelang libut Natal dan tahun baru. "Kerja sama masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan juga harus terus didorong untuk mendukung pemulihan sektor manufaktur lebih lanjut," kata dia.

Baca Juga: BKF Klaim Kenaikan Cukai Rokok Sudah Pertimbangkan Kondisi Pandemi

Berdasarkan laporan, per 31 Oktober 2021, kasus harian rata-rata sudah kembali ke tiga digit di angka 523 kasus harian dengan total 12.318 kasus aktif. Angka rata-rata vaksinasi harian mencapai 2 juta suntikan per hari.

Saat ini, sudah 73.806.588 orang yang mendapatkan vaksinasi lengkap atau setara dengan 35,44% dari total target 208.265.720 orang untuk mendapatkan kekebalan kelompok. "Peningkatan situasi penanganan pandemi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dalam penanganan pandemi," jelasnya.
(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1311 seconds (10.55#12.26)