Blusukan ke Daerah, Bos OJK Temui Petani Sereh dan Cicipi Wingko Porang
Kamis, 18 November 2021 - 22:20 WIB
loading...
Ketua DK OJK Wimboh Santoso (keempat kanan) memanen sereh saat meninjau lokasi pembuatan minyak sereh di Desa Panasen, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (14/10/2021). ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/aww
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menceritakan tentang upayanya blusukan ke berbagai daerah untuk merangkul berbagai pihak dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster.
Menurut dia, blusukan atau bergerilya ke daerah-daerah sangat penting untuk menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.
"Kalau tidak diketok-ketok bakal lama prosesnya. Dampaknya lapangan kerja tidak terbuka. Tanpa sinergi banyak pihak tidak mungkin ini terwujud. Sinergi itu bukan hanya high level policy tapi harus turun ke daerah untuk implementasi," kata Wimboh dalam live streaming OJK Mengajar "Kebijakan Strategis OJK di Masa Pandemi untuk Mempercepat PEN" yang disiarkan di kanal Youtube Jasa Keuangan, Kamis (18/11/2021).
Baca juga: Lembaga Pengawas Khusus Pinjol Bakal Dibentuk, OJK Godok Aturan Main
Wimboh bercerita salah satu kisah sukses yaitu di Sulawesi Utara, dengan mendukung petani sereh wangi hingga mereka bisa ekspor. Efek minyak sereh wangi meningkatkan angka oktan hingga 9 persen dan juga nilai kalor bahan bakar. Potensi ekspornya juga tinggi.
"Ada lahan ratusan hektar milik pensiunan PU di Sulawesi Utara yang menganggur. Lalu ini ditanami sereh wangi dengan melibatkan ribuan petani. Lah ini kalau tidak dihubungkan ya semuanya masih menganggur karena tidak tahu," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk masa panennya 3 bulan dengan modal Rp12,5 juta per orang. Kemudian, hasil panen dijual ke offtaker yang memiliki mesin untuk mengolahnya. Bekas jeraminya pun bisa dijual untuk pakan ternak.
Menurut dia, blusukan atau bergerilya ke daerah-daerah sangat penting untuk menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.
"Kalau tidak diketok-ketok bakal lama prosesnya. Dampaknya lapangan kerja tidak terbuka. Tanpa sinergi banyak pihak tidak mungkin ini terwujud. Sinergi itu bukan hanya high level policy tapi harus turun ke daerah untuk implementasi," kata Wimboh dalam live streaming OJK Mengajar "Kebijakan Strategis OJK di Masa Pandemi untuk Mempercepat PEN" yang disiarkan di kanal Youtube Jasa Keuangan, Kamis (18/11/2021).
Baca juga: Lembaga Pengawas Khusus Pinjol Bakal Dibentuk, OJK Godok Aturan Main
Wimboh bercerita salah satu kisah sukses yaitu di Sulawesi Utara, dengan mendukung petani sereh wangi hingga mereka bisa ekspor. Efek minyak sereh wangi meningkatkan angka oktan hingga 9 persen dan juga nilai kalor bahan bakar. Potensi ekspornya juga tinggi.
"Ada lahan ratusan hektar milik pensiunan PU di Sulawesi Utara yang menganggur. Lalu ini ditanami sereh wangi dengan melibatkan ribuan petani. Lah ini kalau tidak dihubungkan ya semuanya masih menganggur karena tidak tahu," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk masa panennya 3 bulan dengan modal Rp12,5 juta per orang. Kemudian, hasil panen dijual ke offtaker yang memiliki mesin untuk mengolahnya. Bekas jeraminya pun bisa dijual untuk pakan ternak.
Lihat Juga :