Hindari Cekcok di Bandara, Pengamat Penerbangan: Perhatikan Etika

Kamis, 25 November 2021 - 08:53 WIB
loading...
Hindari Cekcok di Bandara, Pengamat Penerbangan: Perhatikan Etika
Calon penumpang pesawat mengantre di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto/Dok MPI/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Cekcok antara ibunda dari anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan dan seorang wanita bernama Anggiat Pasaribu yang mengaku anak Jenderal TNI menjadi buah bibir dan memicu kehebohan di media sosial.

Diketahui, adu mulut terjadi sesaat setelah pesawat yang ditumpangi keduanya mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (21/11/2021). Anggiat Pasaribu yang terburu-buru hendak ke toilet tanpa sengaja melangkahi koper milik ibunda Arteria Dahlan dan berakhir dengan saling senggol saat keluar pesawat.

Baca juga: Minta maaf, Ini Pernyataan Lengkap Anggiat Pasaribu Pemaki Ibu Arteria Dahlan

Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, hal tersebut menyangkut etika penumpang, bukan soal aturan turun dari pesawat oleh maskapai yang memang sudah seharusnya diatur oleh pihak maskapai.

“Ini sebetulnya bukan masalah maskapai, ini masalah penumpang. Ini lebih ke etika atau attitude dari personality penumpang ya. Jadi, maskapai kan sudah mengatur urut-urutan turunnya, sekarang bagaimana jadi tinggal penumpangnya saja harus sabar,” kata Alvin Lie saat dihubungi MNC Portal, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Ini Pemicu Perseteruan Ibu Arteria Dahlan dengan Anggiat Pasaribu di Soetta



Dia pun lantas menjelaskan tata cara atau urutan saat penumpang akan turun dari pesawat. "Jadi kalau misal untuk keluar dari pesawat, ini kan pesawatnya yang dipakai kecil yang dipakai NAM Air atau Sriwijaya Air Boeing 737 urut-urutannya adalah penumpang yang ada di kelas bisnis baris 1 sampai baris 3 atau 5, setelah itu ya ekonomi,” paparnya.

Meski Begitu, bilamana ada penumpang yang mendesak untuk turun terlebih dahulu, seharusnya itu diatur oleh awak kabin atau pramugari.



Alvin menambahkan, jika terjadi beberapa hal yang dianggap perselisihan dan persinggungan mestinya disikapi dengan biasa saja serta tidak harus berujung perseteruan.

“Ya kalau ada beberapa perbedaan pendapat santai aja tidak perlu marah-marah. Ini hanya masalah kecil yang jadi besar. Kalau penumpang semua disiplin, etika tak jadi masalah, “ tukasnya.
(ind)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1115 seconds (10.177#12.26)