Kinerja Industri Manufaktur Turun, Kemenkeu: Waspada Varian Omicron

Rabu, 01 Desember 2021 - 18:31 WIB
loading...
Kinerja Industri Manufaktur Turun, Kemenkeu: Waspada Varian Omicron
Kementerian Keuangan mewaspadai dinamika pandemi terkait munculnya varian baru Covid-19 Omicron. FOTO/Shutterstock Photo
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan mewaspadai dinamika pandemi terkait munculnya varian baru Covid-19 Omicron . Hal itu menyikapi laju industri manufaktur November 2021 turun dibandingkan Oktober 2021.

IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia November 2021 di posisi 53,9 atau turun dari 57,2 pada bulan sebelumnya.

"Pemerintah akan mewaspadai dan mengantisipasi dinamika perkembangan pandemi. Upaya pengendalian akan terus dilanjutkan agar pemulihan ekonomi, khususnya sektor manufaktur dapat semakin kuat dan konsisten," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Diminta Waspada, WHO Pastikan Korban Omicron Lebih Banyak Usia Muda

Dia mengatakan, permintaan baru mengalami ekspansi tiga bulan berturut-turut, meskipun sedikit melambat. Permintaan tenaga kerja juga meningkat seiring ekspansi dari produksi. Namun, masih terjadi akumulasi penumpukan pekerjaan akibat peningkatan permintaan serta kendala pengiriman.

"Selanjutnya, aktivitas pembelian mencatatkan peningkatan sehingga meningkatkan stok pembelian. Hal yang sama terlihat pada stok hasil produksi yang meningkat, sebagai akibat peningkatan produksi dan penundaan pengiriman," kata dia.



Dia mengatakan, hal yang perlu dicermati adalah harga input produksi meningkat dengan laju inflasi yang tercepat dalam delapan tahun terakhir didorong oleh kenaikan harga material dan biaya transportasi seiring terbatasnya pasokan.

"Hal ini menggambarkan adanya tekanan harga di tingkat produsen yang kemudian sebagian dibebankan ke konsumen yang mendorong naiknya harga di tingkat konsumen," bebernya.

Dari sisi perkembangan stabilitas harga-harga, laju inflasi November tercatat 1,75% (yoy), meningkat dari angka Oktober 1,66% (yoy). Kenaikan inflasi November terutama disumbang oleh inflasi inti dan harga yang diadministrasikan atau administered price seiring dengan peningkatan aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat karena pandemi yang mulai terkendali. Hal tersebut terjadi di tengah inflasi komponen makanan bergejolak atau volatile food yang sedikit melambat.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1925 seconds (11.210#12.26)