Pantesan Langka, Ternyata Baru 5% Minyak Goreng Subsidi yang Masuk Ritel Modern
Rabu, 26 Januari 2022 - 17:21 WIB
loading...
Karyawan menata minyak goreng di salah satu supermarket di Jakarta. Foto/MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey membeberkan bahwa pasokan minyak goreng seharga Rp14.000 per liter yang digelontorkan ke ritel modern baru terserap kurang dari 5% dari jatah 10% per bulan.
Adapun total minyak goreng yang diguyurkan pemerintah sebanyak 250 juta liter per bulan. Dengan asumsi 10%-nya didistribusikan ke ritel modern, maka peritel menerima 25 juta liter per bulan.
"Skemanya sudah jelas, komitmen pemerintah kan 250 juta liter sebulan lewat para produsen minyak goreng dan distributor untuk masuk ke ritel, pasar tradisional, operasi pasar. Tapi dari 250 juta liter itu, ritel hanya 10%, jadi hanya butuh 25 juta liter per bulan. Nah, yang 10% ini saja belum terpenuhi, apalagi yang 90%. Saat ini saja baru masuk nggak sampai 5%," ungkap Roy saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu (26/1/2022).
Baca juga: Minyak Goreng Rp14.000 Langka di Ritel Modern, Aprindo: Tanya Distributor, Kami Hanya Warung
Berkaca dari kondisi pasokan ke ritel modern yang masih kurang, Roy pun tidak heran jika hari ini minyak goreng satu harga belum terdistribusi ke pasar-pasar tradisional.
"25 juta liter minyak goreng aja belum terpenuhi ke ritel modern, bagaimana ke pasar hari ini yang sudah mulai berlaku. Pasti nggak bisa. Karena di ritel aja nggak pasok," tukasnya.
Baca juga: Zonk Nih! Minyak Goreng Rp14.000 per Liter Belum Tersebar Merata di Pasar Tradisional
Adapun total minyak goreng yang diguyurkan pemerintah sebanyak 250 juta liter per bulan. Dengan asumsi 10%-nya didistribusikan ke ritel modern, maka peritel menerima 25 juta liter per bulan.
"Skemanya sudah jelas, komitmen pemerintah kan 250 juta liter sebulan lewat para produsen minyak goreng dan distributor untuk masuk ke ritel, pasar tradisional, operasi pasar. Tapi dari 250 juta liter itu, ritel hanya 10%, jadi hanya butuh 25 juta liter per bulan. Nah, yang 10% ini saja belum terpenuhi, apalagi yang 90%. Saat ini saja baru masuk nggak sampai 5%," ungkap Roy saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu (26/1/2022).
Baca juga: Minyak Goreng Rp14.000 Langka di Ritel Modern, Aprindo: Tanya Distributor, Kami Hanya Warung
Berkaca dari kondisi pasokan ke ritel modern yang masih kurang, Roy pun tidak heran jika hari ini minyak goreng satu harga belum terdistribusi ke pasar-pasar tradisional.
"25 juta liter minyak goreng aja belum terpenuhi ke ritel modern, bagaimana ke pasar hari ini yang sudah mulai berlaku. Pasti nggak bisa. Karena di ritel aja nggak pasok," tukasnya.
Baca juga: Zonk Nih! Minyak Goreng Rp14.000 per Liter Belum Tersebar Merata di Pasar Tradisional
Lihat Juga :