Luhut Bilang Nyata, Gernas BBI Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi hingga 1,7 Persen
Rabu, 23 Februari 2022 - 08:42 WIB
loading...
Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Gernas BBl atau Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan hingga 1,7%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pemerintah Indonesia terus mendorong kebijakan Gernas BBl (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia) yang dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan hingga 1,7%.
Baca Juga: Gernas BBI Pacu Digitalisasi, Luhut: 17,2 Juta UMKM Sudah Go Digital
Ditekankan olehnya bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah menurut Luhut sangat berperan penting.
“Saya melihat data BPS terkait dampak kebijakan Gernas BBI, nyatanya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan hingga 1,7 persen,” Kata Menko Luhut dalam akun instagram resmi, dikutip Rabu (23/2/2022).
Selain itu, Luhut menyampaikan, akan ada 500 UMM per daerah yang dapat masuk kedalam sistem pengadaaan in dan akan menciptakan multiplier effect yang luar biasa, bukan hanya menigkatkan pertumbuhan ekonomi namun juga penyerapan tenaga kerja besar-besaran.
“Karena sudah waktunya produk-produk hasil karya UMKM lokal dan nasional kita bisa naik kelas, jangan lagi menjadi "second class" dan didikte olehnegara lain,” tambahnya.
Baca Juga: Gernas BBI Menjadi Amunisi Bagi Startup untuk Terus Berinovasi
Baca Juga: Gernas BBI Pacu Digitalisasi, Luhut: 17,2 Juta UMKM Sudah Go Digital
Ditekankan olehnya bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah menurut Luhut sangat berperan penting.
“Saya melihat data BPS terkait dampak kebijakan Gernas BBI, nyatanya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan hingga 1,7 persen,” Kata Menko Luhut dalam akun instagram resmi, dikutip Rabu (23/2/2022).
Selain itu, Luhut menyampaikan, akan ada 500 UMM per daerah yang dapat masuk kedalam sistem pengadaaan in dan akan menciptakan multiplier effect yang luar biasa, bukan hanya menigkatkan pertumbuhan ekonomi namun juga penyerapan tenaga kerja besar-besaran.
“Karena sudah waktunya produk-produk hasil karya UMKM lokal dan nasional kita bisa naik kelas, jangan lagi menjadi "second class" dan didikte olehnegara lain,” tambahnya.
Baca Juga: Gernas BBI Menjadi Amunisi Bagi Startup untuk Terus Berinovasi
Lihat Juga :