alexametrics

Tak Cuma Mesin-Mesin, Impor Jeruk dan Kurma pun Turun

loading...
Tak Cuma Mesin-Mesin, Impor Jeruk dan Kurma pun Turun
Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor sejumlah barang mengalami penurunan, termasuk kurma dan jeruk asal China. Penurunan impor kurma dan jeruk itu jelas menunjukkan konsumsi keduanya juga merendah.

Selain itu, penurunan impor juga terjadi baik untuk barang konsumsi, bahan baku atau penolong, serta barang modal. Untuk impor barang konsumsi tercatat hanya USD930 juta, turun 23,08% (mtm).

"Memang ada barang konsumsi turun besar, di antaranya jeruk mandarin dari Tiongkok, dan buah kurma karena Ramadan dan Idulfitri sudah berlalu. Juga untuk mesin cuci dan AC," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (15/6/2020).

Dia merinci untuk impor bahan baku atau penolong tercatat sebesar USD6,11 miliar atau turun 34,66% (mtm) dan 43,03% (yoy). Sedangkan impor barang modal pada Mei 2020 sebesar USD1,39 miliar, turun 29,01% (mtm) dan 40% (yoy). (Baca: Impor Mei 2020 Anjlok 32,65%, Laptop dan Bawang Asal China Naik)



Beberapa bahan baku penolong yang turun dalam di antaranya part of tranmission portable receiver untuk keperluan HP. Kemudian raw sugar, gandum, dan juga ada penurunan untuk soybean flour. Untuk barang modal yang turun di antaranya beberapa bagian untuk radio telepon dan telegrafi, kemudian komputer, dan lainnya.

Sementara itu, berdasarkan negara asal, impor Indonesia dari Afrika Selatan naik USD54,5 juta, Rusia naik USD33,5 juta, dan Republik Ceko naik USD25,3 juta. Sementara impor dari Tiongkok turun drastis mencapai USD1,41 miliar, Jepang turun USD672,4 juta, dan Thailand turun USD321,3 juta.



Untuk kumulatif sejak Januari hingga Mei 2020, impor Indonesia tercatat sebesar USD60,15 miliar. Impor turun 15,55% dibandingkan Januari sampai dengan Mei tahun lalu yang sebesar USD71,22 miliar. Sementara, impor nonmigas turun 14,1% dari USD62,04 miliar menjadi USD53,29 miliar.
(uka)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top