Bukan untuk Minyak Goreng, Konsumsi CPO Terbanyak untuk Biodiesel

Jum'at, 11 Maret 2022 - 21:49 WIB
loading...
Bukan untuk Minyak Goreng,...
Konsumsi minyak sawit mentah atau CPO di dalam negeri didominasi untuk biodiesel. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) mencatat konsumsi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di dalam negeri didominasi untuk biodisel dengan volume setara 732.000 ton. Jumlah tersebut lebih besar dari serapan untuk kebutuhan konsumsi seperti minyak goreng.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan konsumsi CPO terbesar adalah untuk biodiesel sebesar 732.000 ton, diikuti untuk industri pangan sebesar 591.000 ton dan oleokimia 183.000 ton.

"Konsumsi minyak sawit untuk biodiesel yang melampaui untuk pangan telah terjadi sejak November 2021," kata Mukti melalui keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Harga CPO Bergerak Naik Imbas Kebijakan Pembatasan Ekspor Indonesia

Selain itu konsumsi CPO dalam negeri untuk biodisel juga mengalami peningkatan di bulan Januari 2022 jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2021.

Pada Januari 2021 konsumsi CPO untuk biodisel mencapai 448.000 ton. Jumlah tersebut melonjak menjadi 732.000 ton per Januari 2022.

Sedangkan konsumsi CPO untuk kebutuhan pangan justru menggambarkan hal sebaliknya alias mengalami penurunan pada Januari 2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Baca juga: Alokasi Biodiesel Tahun 2022 Naik jadi 10,1 Juta Kiloliter

Pada periode Januari 2021, tercatat konsumsi CPO untuk produk pangan sebesar 763.000 ton, namun pada Januari 2022 menurun menjadi 591.000 ton.

Selanjutnnya konsumsi CPO untuk produk oleokimia seperti olahan sabun dan lain sebagainya juga mengalami peningkatan pada Januari tahun 2022 jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu konsumsi CPO untuk oleokimia di Januari 2021 berada di angka 178.000 ton, sedangkan pada Januari 2022 mengalami peningkatan menjadi 183.000 ton.



Lebih lanjut, Mukti menerangkan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina telah mendorong naiknya harga minyak bumi lebih dari USD100 per barrel. Selain itu dampak konflik kedua negara tersebut diperkirakan membuat perusahaan kelapa sawit mengalami defisit pasokan.

Oleh sebab itu, kata Mukti, pemerintah perlu mengatur secara bijak penggunaan dalam negeri dan ekspor minyak sawit untuk menjaga neraca perdagangan nasional. “Bagi pekebun, peningkatan efisiensi dan produksi merupakan dua hal yang harus terus menerus diupayakan," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Rekomendasi
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Berita Terkini
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved